BI: Pangkas Belanja Negara atau Subsidi BBM

Jum'at, 23 Mei 2014 - 16:54 WIB
BI: Pangkas Belanja...
BI: Pangkas Belanja Negara atau Subsidi BBM
A A A
JAKARTA - Pada pembahasan APBN yang direvisi 2014, pemerintah telah memperkirakan nilai defisit anggaran sebesar 2,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB), angka ini mengalami kenaikan dari perkiraan awal yang hanya 1,7% PDB. Agar nilai ini tidak naik melebihi batas 3% PDB, pemerintah mengambil langkah pemangkasan belanja negara.

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowadojo, peningkatan defisit anggaran ini tak lepas dari tingginya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Maka pilihannya tidak lain adalah memotong uang belanja atau mengurangi subsidi BBM.

"Jika nilai tambahan penerimaan sulit, kalau menambah utang tidak terlalu baik, yang paling mungkin adalah pemotongan belanja negara atau mengurangi subsidi BBM," kata Agus saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Jumat (23/5/2014).

Dia juga memperhatikan masalah subsidi yang terutamanya di bidang energi, yang sudah begitu besar. Bahkan untuk subsidi energi, pemerintah menaikkan anggarannya dari Rp282,1 triliun menjadi Rp392,1 triliun.

"Kita terus mewaspadai itu, kita mengikuti di APBNP. Pemerintah mengajukan pemotongan belanja supaya rasio defisit budget di bawah 3%. Bahwa subsidi energi meningkat cukup tinggi, akibatnya belanja dikurangi. Pemerintah mampu tidak mengurangi belanja sampai Rp100 triliun, kalau tidak bisa perlu sikap lain agar defisit tidak tinggi," jelasnya.

Dia juga menambahkan, pemotongan anggaran maupun pengurangan subsidi BBM berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi di level 5,1%-5,5% untuk tahun ini.

"BI terus mengikuti bagaimana dampak perkembangan pertumbuhan ekonomi. BI melihat kalaupun ada pemotongan anggaran Rp100 triliun, pertumbuhan masih di 5,1%-5,5%, hal itu sudah dalam range perhitungan," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
14 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
38 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
43 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
59 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved