IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Senin, 26 Mei 2014 - 08:22 WIB
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak variatif dengan kecenderungan naik, namun dalam rentang terbatas.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, dragonfly doji di atas middle bollinger band (MBB ). MACD bertahan naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan naik.
IHSG pada perdagangan akhir peka lalu sempat hampir masuk dalam target support 4.920-4.958, meski juga hampir menyentuh target resisten 4.978-4.985. Tertahannya kenaikan ini, menurut dia, menunjukkan mulai adanya aksi profit taking setelah kenaikan dua hari.
“Tentu ini akan mengganggu kenaikan lanjutan IHSG jika aksi tersebut berlanjut. IHSG pun diperkirakan variatif naik terbatas,“ kata dia dalam risetnya, Senin (26/5/2014).
Dia memperkirakan, IHSG pada awal pekan ini akan berada pada rentang support 4.943-4.964 dan resisten 4.978-4.987.
Akhir pekan lalu, positifnya laju bursa saham Asia setelah terimbas laju bursa saham Amerika Serikat (AS), yang menghijau pasca rilis kenaikan data markit manufacturing PMI dan eksisting home sales-nya memberikan imbas positif bagi laju IHSG.
Padahal laju IHSG sempat terpelanting ke zona merah dengan mulai adanya aksi profit taking setelah IHSG mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Meski berakhir positif, namun secara intraday laju IHSG cenderung sideways dalam rentang yang cukup sempit. Beruntungnya masih berlanjutnya kenaikan saham-saham pertambangan seiring kenaikan harga komoditas logam serta dibarengi dengan berbalik positifnya saham-saham perkebunan dan konsumer mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya.
Sepanjang perdagangan Jumat (23/5/2014), IHSG menyentuh level tertinggi 4.977,50 jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.959,17 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.973,06.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, dragonfly doji di atas middle bollinger band (MBB ). MACD bertahan naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan naik.
IHSG pada perdagangan akhir peka lalu sempat hampir masuk dalam target support 4.920-4.958, meski juga hampir menyentuh target resisten 4.978-4.985. Tertahannya kenaikan ini, menurut dia, menunjukkan mulai adanya aksi profit taking setelah kenaikan dua hari.
“Tentu ini akan mengganggu kenaikan lanjutan IHSG jika aksi tersebut berlanjut. IHSG pun diperkirakan variatif naik terbatas,“ kata dia dalam risetnya, Senin (26/5/2014).
Dia memperkirakan, IHSG pada awal pekan ini akan berada pada rentang support 4.943-4.964 dan resisten 4.978-4.987.
Akhir pekan lalu, positifnya laju bursa saham Asia setelah terimbas laju bursa saham Amerika Serikat (AS), yang menghijau pasca rilis kenaikan data markit manufacturing PMI dan eksisting home sales-nya memberikan imbas positif bagi laju IHSG.
Padahal laju IHSG sempat terpelanting ke zona merah dengan mulai adanya aksi profit taking setelah IHSG mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Meski berakhir positif, namun secara intraday laju IHSG cenderung sideways dalam rentang yang cukup sempit. Beruntungnya masih berlanjutnya kenaikan saham-saham pertambangan seiring kenaikan harga komoditas logam serta dibarengi dengan berbalik positifnya saham-saham perkebunan dan konsumer mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya.
Sepanjang perdagangan Jumat (23/5/2014), IHSG menyentuh level tertinggi 4.977,50 jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.959,17 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.973,06.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :