IHSG Bergerak di Kisaran 4.850-5.095
Senin, 26 Mei 2014 - 08:54 WIB
IHSG Bergerak di Kisaran 4.850-5.095
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini diperkirakan masih berpeluang bergerak positif, meski hari efektif transaksi perdagaangan hanya tiga hari karena ada libur peringatan Isra Miraj dan Kenaikan Isa Almasih pada 27 dan 29 Mei 2014.
IHSG pada pekan ini, prediksi Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, akan berada pada rentang support 4.850-4.900 dan resisten 4.986-5.095.
IHSG membentuk pola menyerupai hammer di bawah upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic tertahan kenaikannya dan bergerak turun.
Dia menuturkan, dengan munculnya candle merah membuka peluang untuk terjadinya koreksi, namun masih tertahannya kenaikan di akhir pekan diharapkan tidak menghalangi potensi kenaikan lanjutan IHSG, dengan asumsi tidak terjadi aksi profit taking lanjutan.
"Pergerakan IHSG diharapkan dapat bergerak variatif cenderung naik tipis, meski hari efektif transaksi hanya tiga hari dan terjadi selang seling hari," kata dia dalam risetnya, Senin (26/5/2014).
Adapun sejumlah data ekonomi yang harus diperhatikan sepanjang pekan ini, antara lain PPI Australia; balance of trade New Zealand; BoJ monetary policy minutes Jepang; consumer confidence Korea Selatan; dan retail sales Jerman.
Selain itu, ZEW economic sentiment index & industrial production zona Eropa; claimant count change & unemployment rate Inggris; retail sales & consumer confidence Italia; PPI Spanyol; chain store sales, durable goods order, redbook, house price index, Dallas Fed manufacturing index, initial jobless claims, & CB consumer confidence AS; dan lainnya.
Sejumlah saham yang dapat diperhatikan, diantaranya ROTI, ADRO, ICBP, VIVA, AALI, SCMA, SIMP, MNCN, PTBA, INCO dan PGAS.
Sementara IHSG pada pekan lalu mengalami pelemahan 59,51 poin atau 1,16%, jauh lebih rendah dari pekan sebelumnya yang menguat 133,43 poin atau 2,72%. Semua indeks utama mayoritas melemah yang dipimpin indeks LQ45 1,30%, diikuti indeks ISSI turun 1,29%, indeks IDX30 tergerus 1,27% dan indeks utama lainnya.
Sedangakan indeks sektoral bergerak melemah, di mana indeks perkebunan memimpin penurunan dengan anjlok 3,86%; diikuti indeks industri dasar merosot 2,64% dan indeks konsumer turun 2,58%. Sementara penguatan hanya dialami oleh indeks pertambangan melonjak 2,59% dan indeks infrastruktur naik 0,81%.
Sepanjang pekan kemarin, asing kembali tercatat nett buy Rp3,63 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp3,78 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun (YTD), maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp40,28 triliun atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya Rp36,65 triliun.
IHSG pada pekan ini, prediksi Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, akan berada pada rentang support 4.850-4.900 dan resisten 4.986-5.095.
IHSG membentuk pola menyerupai hammer di bawah upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic tertahan kenaikannya dan bergerak turun.
Dia menuturkan, dengan munculnya candle merah membuka peluang untuk terjadinya koreksi, namun masih tertahannya kenaikan di akhir pekan diharapkan tidak menghalangi potensi kenaikan lanjutan IHSG, dengan asumsi tidak terjadi aksi profit taking lanjutan.
"Pergerakan IHSG diharapkan dapat bergerak variatif cenderung naik tipis, meski hari efektif transaksi hanya tiga hari dan terjadi selang seling hari," kata dia dalam risetnya, Senin (26/5/2014).
Adapun sejumlah data ekonomi yang harus diperhatikan sepanjang pekan ini, antara lain PPI Australia; balance of trade New Zealand; BoJ monetary policy minutes Jepang; consumer confidence Korea Selatan; dan retail sales Jerman.
Selain itu, ZEW economic sentiment index & industrial production zona Eropa; claimant count change & unemployment rate Inggris; retail sales & consumer confidence Italia; PPI Spanyol; chain store sales, durable goods order, redbook, house price index, Dallas Fed manufacturing index, initial jobless claims, & CB consumer confidence AS; dan lainnya.
Sejumlah saham yang dapat diperhatikan, diantaranya ROTI, ADRO, ICBP, VIVA, AALI, SCMA, SIMP, MNCN, PTBA, INCO dan PGAS.
Sementara IHSG pada pekan lalu mengalami pelemahan 59,51 poin atau 1,16%, jauh lebih rendah dari pekan sebelumnya yang menguat 133,43 poin atau 2,72%. Semua indeks utama mayoritas melemah yang dipimpin indeks LQ45 1,30%, diikuti indeks ISSI turun 1,29%, indeks IDX30 tergerus 1,27% dan indeks utama lainnya.
Sedangakan indeks sektoral bergerak melemah, di mana indeks perkebunan memimpin penurunan dengan anjlok 3,86%; diikuti indeks industri dasar merosot 2,64% dan indeks konsumer turun 2,58%. Sementara penguatan hanya dialami oleh indeks pertambangan melonjak 2,59% dan indeks infrastruktur naik 0,81%.
Sepanjang pekan kemarin, asing kembali tercatat nett buy Rp3,63 triliun dibandingkan pekan sebelumnya sebesar Rp3,78 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun (YTD), maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp40,28 triliun atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya Rp36,65 triliun.
(rna)
Lihat Juga :