Proyek PLTU Batang Harus Libatkan Pemda

Rabu, 28 Mei 2014 - 20:26 WIB
Proyek PLTU Batang Harus...
Proyek PLTU Batang Harus Libatkan Pemda
A A A
JAKARTA - Pembangunan mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang digawangi PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN) di Batang masih tersendat. Hal ini lantaran, pembangkit berkapasitas 2X1000 ini masih kurang lahan seluas 29 Hektare (Ha).

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tandjung mengungkapkan perlunya keterlibatan pemerintah daerah (pemda) baik dalam tingkat provinsi atau kabupaten terkait permasalahan ini.

"Filosofisnya begini, saya akan bicara dengan pemerintah daerah (pemda), karena kalau itu (pembebasan lahan) dilakukan oleh pemerintah pusat yang ada di Jakarta itu impossible bisa dilakukan. Karena ini kan masyarakatnya daerah, pemiliknya juga daerah jadi pemerintah daerah harus dilibatkan, dalam hal ini provinsi atau kabupaten," ujar dia di Menara Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (28/5/2014).

Dia mengatakan, keberlanjutan PLTU Batang adalah kepentingan bersama. Karena, masyarakat di daerah pun akan mendapat berkah atas investasi yang begitu besar dalam proyek ini.

"Harga tanah disana naik, rumah-rumah bisa jadi rumah kos, warung-warung bisa meningkat jadi restoran. Nah pendekatan sosial seperti ini yang akan kita terapkan, jangan sampai saling menyandera lah. Nnti kita rugi semuanya, pendekatan ini yang akan saya coba lakukan breakthrough," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, karena sebagian besar tanahnya sudah bebas, fleksibility pembangunannya justru yang perlu bergeser sedikit ke arah yang sudah bebas.

"Kalau saling menyandera semuanya rugi, investor rugi, sudah bikin feasibility study, sudah bikin segala sesuatu, sudah keluar uang besar enggak jadi kan rugi. Nah kita orang Indonesia, enggak jadi investasi juga rugi. Jadi jangan saling menyandera. Semuanya harus kita cari solusinya," tambah CT.

Dia mengatakan, pihaknya pun akan menjadwalkan untuk bertemu dengan pemda setempat, baik Gubernur Jawa Tengah atau Bupati Batang. Namun dia belum memastikan waktu yang tepat untuk bertemu.

"Ini banyak prioritas yang harus diselesaikan, nanti itu salah satu agenda yang akan saya bicarakan dengan Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Batang. Enggak ada lagi ganti rugi sekarang, yang ada adalah ganti untung. Pasti itu," tegasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTU Barru OMU Berkomitmen...
PLTU Barru OMU Berkomitmen Catatkan Performa Optimal
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
PLTU Barru 2 Sukses...
PLTU Barru 2 Sukses Laksanakan Tahapan Backfeeding
Kantongi SLO, PLTA Poso...
Kantongi SLO, PLTA Poso Dukung Transisi ke Energi Terbarukan
PLN Bakal Lakukan Steam...
PLN Bakal Lakukan Steam Blow Proyek PLTU Sulsel Barru-2
Banjir Terjang Lokasi...
Banjir Terjang Lokasi Proyek PLTU Suralaya Akibat Curah Hujan Tinggi
Berita Terkini
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
21 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
34 menit yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
4 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved