Rupiah Terkapar Jelang Tutup Tahun 2024 Sentuh Rp16.235 per Dolar AS
Jum'at, 27 Desember 2024 - 16:10 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah 45 poin atau 0,28% ke level Rp16.235 per dolar AS setelah sebelumnya menguat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah 45 poin atau 0,28% ke level Rp16.235 per dolar AS setelah sebelumnya menguat. Hal ini juga sejalan dengan sentimen global dan domestik.
Pelemahan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI (Bank Indonesia) yang hingga hari ini berada di posisi Rp16.251/USD. Mata uang rupiah masih tak berdaya dari sebelumnya Rp16.208 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Sudah Sentuh Rp16.312 per Dolar AS, Apa Biang Keroknya?
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu dolar AS tetap kuat, didorong oleh sikap agresif Federal Reserve terhadap suku bunga hingga tahun 2025 dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi serta kinerja ekonomi yang kuat di bawah pemerintahan Donald Trump yang akan datang.
Sentimen lain adalah inflasi indeks harga konsumen di ibu kota Jepang tumbuh lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember karena meningkatnya tekanan harga, data pemerintah menunjukkan pada hari Jumat, menjaga peluang kenaikan suku bunga jangka pendek oleh Bank of Japan (BoJ) tetap ada.
"Beberapa pembuat kebijakan Bank of Japan melihat kondisi yang selaras untuk kenaikan suku bunga jangka pendek, dengan satu memprediksi tindakan "dalam waktu dekat," menurut ringkasan pendapat dari pertemuan bulan Desember," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (27/12/2024).
Pelemahan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI (Bank Indonesia) yang hingga hari ini berada di posisi Rp16.251/USD. Mata uang rupiah masih tak berdaya dari sebelumnya Rp16.208 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Sudah Sentuh Rp16.312 per Dolar AS, Apa Biang Keroknya?
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu dolar AS tetap kuat, didorong oleh sikap agresif Federal Reserve terhadap suku bunga hingga tahun 2025 dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi serta kinerja ekonomi yang kuat di bawah pemerintahan Donald Trump yang akan datang.
Sentimen lain adalah inflasi indeks harga konsumen di ibu kota Jepang tumbuh lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember karena meningkatnya tekanan harga, data pemerintah menunjukkan pada hari Jumat, menjaga peluang kenaikan suku bunga jangka pendek oleh Bank of Japan (BoJ) tetap ada.
"Beberapa pembuat kebijakan Bank of Japan melihat kondisi yang selaras untuk kenaikan suku bunga jangka pendek, dengan satu memprediksi tindakan "dalam waktu dekat," menurut ringkasan pendapat dari pertemuan bulan Desember," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (27/12/2024).
Lihat Juga :