Freeport Akan Setor Jaminan Smelter Pekan Depan

Jum'at, 30 Mei 2014 - 15:46 WIB
Freeport Akan Setor...
Freeport Akan Setor Jaminan Smelter Pekan Depan
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia, pemegang kontrak karya (KK) pertambangan di Grasberg, Papua berkomitmen akan menyetorkan dana jaminan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) sebesar USD115 juta pekan depan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sukhyar mengatakan, jaminan kesungguhan pembangunan smelter akan disimpan di salah satu bank nasional yakni PT Bank Mandiri Tbk.

Jaminan kesungguhan pembangunan smelter ini merupakan salah satu syarat diterbitkannya Surat Persetujuan Ekspor (SPE) oleh Kementerian ESDM.

"Jadi tidak hanya Freeport, ada Newmont masing-masing USD115 juta dan USD25 juta. Rencananya Senin depan mereka akan setorkan di Bank Mandiri," kata dia di Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Dia mengatakan, jaminan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak yang membangun smelter tapi juga berlau untuk pihak yang memasok. Dalam hal ini Freeport sebagai pihak yang membangun dan PT Newmont Nusa Tenggara sebagai pihak yang menyuplai konsentrat ke smelter.

"Kemudian untuk yang memasok ini besaran jaminan kesungguhan tidak sampai 5% dari nilai investasi," katanya.

Sementara, untuk investasi pembangunan smelter mencapai USD2,3 miliar. Pembangunan smelter yang akan dilakukan di Gresik Jawa Timur ini kapasitasnya mencapai 400.000 ton per tahun dengan bahan konsentrat tembaga mencapai 1,6 juta ton.

Adapaun, proses pembangunan sudah dilakukan pra sutudy kelayakan. Rencananya groundbreaking akan dilakukan pada kuartal II tahun ini.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Dede Ida Suhendra mengatakan, pemerintah terus mengevaluasi kesungguhan perusahaan tambang yang sudah berkomitmen membangun smelter. Salah satu syarat untuk mendapatkan SPE adalah jaminan kesungguhan pembangunan smelter.

"Kami akan evaluasi terus untuk yang progressnya sampai 25% dan ada insentif keringan bea keluar," tandasnya.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM sebelumnya telah mengirim rekomendasi SPE terhadap Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, PT Sebuku Iron Lateritic Ores, PT Lumbung Mineral Sentosa, dan PT Sumber Suryadaya Prima kepada Kementerian Perdagangan untuk bisa mengekspor mineral yang telah diolah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
10 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
58 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved