Siemens Akan Pangkas 11.600 Karyawan

Sabtu, 31 Mei 2014 - 00:30 WIB
Siemens Akan Pangkas...
Siemens Akan Pangkas 11.600 Karyawan
A A A
FRANKFURT - Raksasa industri Jerman, Siemens menyatakan, akan memangkas atau mem-PHK sekitar 11.600 pekerja di seluruh dunia. Langkah ini sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran perusahaan.

Dilansir dari Reuters, Jumat (30/5/2014) malam, juru bicara perusahaan, Michael Friedrich mengatakan, sebanyak 7.600 posisi akan terpengaruh perombakan ini. Di mana 16 divisi akan dikonsolidasikan menjadi sembilan dan beberapa tingkat hirarki akan dihilangkan.

Sebanyak 4.000 pekerja lainnya akan dirumahkan, sebagai bagian dari pengelompokan kembali kegiatan regional pada awal tahun fiskal 1 Oktober mendatang.

Raksasa listrik dan elektronik ini tercatat mempekerjakan lebih dari 360.000 orang di seluruh dunia mulai di unit perusahaan pembangkit listrik, produksi kereta api berkecepatan tinggi hingga peralatan medis.

Friedrich menuturkan, sebagian staf mungkin akan didistribusikan ke divisi Siemens lain. Perusahaan saat ini sedang melakukan pembicaraan dengan dewan pekerja terkait restrukturisasi tersebut.

"Masih terlalu dini untuk memberikan rincian tentang kemungkinan dampak pada individu dan departemen. Kami melarutkan beberapa unit organisasi dan menggabungkannya. Akibatnya, tugas-tugas tertentu (misalnya unit koordinasi internal) dalam perusahaan dihilangkan," jelasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
26 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
55 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved