Harga Minyak di Dunia Bervariasi
Senin, 02 Juni 2014 - 20:03 WIB
Harga Minyak di Dunia Bervariasi
A
A
A
LONDON - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini bervariasi, seiring data manufaktur China yang kuat. Hal ini memberikan sedikit harapan permintaan di konsumen energi terbesar kedua dunia tersebut akan meningkat.
Patokan AS, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 14 sen menjadi USD102,86 per barel, pada pukul 20.00 WIB. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli turun 11 sen menjadi USD109,30 per barel.
Pasar keuangan di Hong Kong, China, Taiwan dan Selandia Baru tutup pada Senin terkait hari libur nasional.
Sementara aktivitas manufaktur China pada Mei menguat ke level tertinggi dalam 5 bulan, tanda optimis di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Biro Statistik Nasional (NBS) mengatakan, indeks pembelian manajer (PMI) mencapai 50,8 poi pada Mei, naik dari 50,4 poin pada Maret. Indeks yang melacak aktivitas manufaktur di pabrik dan bengkel China itu merupakan indikator kesehatan perekonomian. Angka di atas 50 poin mengindikasikan pertumbuhan, sebaliknya di bawah poin kontraksi.
Dilansir dari Economic Times, Senin (2/6/2014), Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Singapura mengatakan, data memiliki sentimen positif pada harga minyak.
Namun, Investor juga mengamati dengan seksama kebingungan rilis data AS pekan ini sebagai petunjuk kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.
The Institute for Supply Management akan merilis survei manufaktur AS Mei Senin waktu setempat, sementara data perdagangan April akan dirilis pada Rabu mendatang.
Sementara data tenaga kerja AS, termasuk klaim pengangguran awal, non-farm payrolls akan dirilis Kamis dan Jumat.
"Kami percaya mungkin ada ruang untuk kejutan terbalik, jadi jangan terlalu terkejut jika kita mendapatkan 300.000 atau lebih tinggi payrolls untuk bulan Mei," kata United Overseas Bank (UOB).
Menurutnya, data ekonomi dapat memicu kembali kekhawatiran Federal Reserve AS (The Fed) yang angin menarik program stimulus besar-besaran lebih awal dari batas waktu akhir.
Patokan AS, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 14 sen menjadi USD102,86 per barel, pada pukul 20.00 WIB. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli turun 11 sen menjadi USD109,30 per barel.
Pasar keuangan di Hong Kong, China, Taiwan dan Selandia Baru tutup pada Senin terkait hari libur nasional.
Sementara aktivitas manufaktur China pada Mei menguat ke level tertinggi dalam 5 bulan, tanda optimis di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Biro Statistik Nasional (NBS) mengatakan, indeks pembelian manajer (PMI) mencapai 50,8 poi pada Mei, naik dari 50,4 poin pada Maret. Indeks yang melacak aktivitas manufaktur di pabrik dan bengkel China itu merupakan indikator kesehatan perekonomian. Angka di atas 50 poin mengindikasikan pertumbuhan, sebaliknya di bawah poin kontraksi.
Dilansir dari Economic Times, Senin (2/6/2014), Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Singapura mengatakan, data memiliki sentimen positif pada harga minyak.
Namun, Investor juga mengamati dengan seksama kebingungan rilis data AS pekan ini sebagai petunjuk kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.
The Institute for Supply Management akan merilis survei manufaktur AS Mei Senin waktu setempat, sementara data perdagangan April akan dirilis pada Rabu mendatang.
Sementara data tenaga kerja AS, termasuk klaim pengangguran awal, non-farm payrolls akan dirilis Kamis dan Jumat.
"Kami percaya mungkin ada ruang untuk kejutan terbalik, jadi jangan terlalu terkejut jika kita mendapatkan 300.000 atau lebih tinggi payrolls untuk bulan Mei," kata United Overseas Bank (UOB).
Menurutnya, data ekonomi dapat memicu kembali kekhawatiran Federal Reserve AS (The Fed) yang angin menarik program stimulus besar-besaran lebih awal dari batas waktu akhir.
(dmd)
Lihat Juga :