Indonesia Lamban Bangun Jaminan Sosial Pekerja

Sabtu, 07 Juni 2014 - 12:43 WIB
Indonesia Lamban Bangun...
Indonesia Lamban Bangun Jaminan Sosial Pekerja
A A A
JAKARTA - Jaminan sosial dan kesehatan merupakan pondasi dalam sebuah negara. Namun, pemerintah Indonesia dinilai lamban dalam memberikan jaminan sosial dan kesehatan bagi warganya, terutama pekerja.

"Kita negara yang terlambat dalam mengembangkan sistem jaminan kerja. Jamsostek, dulu PT Astek berdiri tahun 1970. Kalau negara tetangga itu sudah dari 1950-an. Sehingga, kita terlambat," ujar Kepala Biro SDM Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Abdul Latif Alqaf dalam acara Polemik Sindo Trijaya FM di Waroeng Daun, Jakarta, Sabtu (7/6/2014).

Menurut dia, sebelum berbicara kesejahteraan, tujuan dari jaminan sosial yang paling penting adalah mencegah kemiskinan. "Benefit pokoknya memang mencegah kemiskinan. Tapi, ketika iuran semakin besar memberikan benefit tambahan (uang sekolah dan rumah), itu bisa jadi instrumen untuk tingkatkan kesejahteraan. Jadi, BPJS jembatan meningkatkan kesejahteraan," jelas Latif.

Dia menilai, jaminan sosial dan kesehatan bisa menjadi solusi bangsa untuk mencegah krisis ekonomi. Sebagai contoh, krisis yang terjadi pada 1978. Banyak negara tetangga yang mampu bertahan, hal ini karena mereka punya dana jaminan yang besar untuk melindungi negara.

"Akumulasi dana Rp10 triliun. Malaysia waktu itu punya sekitar Rp500 triliun, Singapura Rp450 triliun. Mereka tidak perlu andalkan iuran IMF (International Monetary Fund)," tuturnya.

Jaminan sosial dan kesehatan yang ada di Indonesia belum dapat dikategorikan meningkatkan kesejahteraan. Hal ini karena iuran yang dibayarkan untuk jaminan tersebut relatif kecil.

"Mereka (negara tetangga) punya iuran dari pekerja itu 23%. Indonesia waktu Jamsostek itu hanya 12%. Jadi, belum ideal kalau dibilang untuk meningkatkan kesejahteraan, karena iurannya kecil," tandas Latif.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
33 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved