Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Tanggung Jawab Pemerintah

Minggu, 08 Juni 2014 - 15:38 WIB
Pembangunan Infrastruktur...
Pembangunan Infrastruktur Pariwisata Tanggung Jawab Pemerintah
A A A
JAKARTA - Pariwisata daerah Indonesia Timur hingga saat ini dinilai belum maksimal dalam menjaring wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke sana. Pasalnya, meskipun promosi nya cukup gencar di galakkan, namun ternyata masalah infrastuktur dan pembangunan fasilitas lainnya ditengarai belum terlaksana dengan baik.

Menurut Bahlil Lahdalia salah satu pengusaha lokal yang mewakili wilayah Indonesia Timur yang juga merupakan salah satu ketua bidang infrastruktur di Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan infrastruktur dan transportasi untuk menunjang pariwisata di timur Indonesia.

"Masalahnya kan ada di pembangunan di sana. Nah tanggung jawab pemerintah adalah menyediakan infrastruktur dan transportasi yang memadai dan sekaligus memudahkan. Harus diingat, bahwa penyediaan fasilitas-fasilitas umum untuk pariwisata ini adalah tanggung jawab pemerintah bukan kewajiban pihak swasta," ujarnya saat berbincang bersama Sindonews, Sabtu (7/6/2014).

Sejauh ini menurut Bahlil, sudah ada pelaporan ke pemerintah untuk proses perbaikan infrastruktur di Indonesia Timur, tapi memang belum maksimal. "Untuk responnya sendiri memang sudah ada, namun masih 30% berjalan untuk prosesnya, karena memang membutuhkan waktu yang lama ya," ujarnya.

Seperti yang diketahui juga, pembangunan infrastuktur lebih banyak diarahkan ke bagian barat dan tengah Indonesia sehingga untuk wilayah Indonesia Timur masih jauh dari perkiraan.

"Masih jauh dari harapan, karena di Raja Ampat sendiri saat ini meskipun sudah ada penerbangan perintis namun masih jarang. Kemudian di Wakatobi sendiri saya sudah pernah ke sana, namun yang masuk itu pesawatnya pesawat yang ukurannya kecil. Kemudian di Banda sendiri, yang objek wisata nasional di Maluku, itu pesawatnya juga pesawat kecil," ujarnya.

Target selesai pembangunannya pun menurut Bahlil belum bisa dipastikan kapan terselesaikannya infrastruktur pariwisata di Indonesia. Karena masih sangat jauh progresnya.

"Sekarang begini, tidak bisa kita membangun, jika konsep saja yang bagus, namun tidak didukung oleh anggaran yang memadai. Itu kayak pungguk merindukan bulan saja," jelasnya.

Bahlil mengungkapkan pentingnya konsep itu dijalankan dengan anggaran biaya yang cukup dan fokus. "Kalau itu jalan, pasti semuanya akan berjalan dengan baik juga, dan proses pembangunan pariwisatanya juga akan berjalan dengan cepat," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
17 menit yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
45 menit yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
57 menit yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
1 jam yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved