BI Minta Pasar Keuangan Lebih Variatif

Senin, 09 Juni 2014 - 14:26 WIB
BI Minta Pasar Keuangan...
BI Minta Pasar Keuangan Lebih Variatif
A A A
JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengungkapkan, pasar keuangan Indonesia harus lebih bervariatif.

Hal tersebut mengingat saat ini pasar keuangan Indonesia lebih banyak mengandalkan sektor perbankan. Sementara bank mulai terbatas pendanannya.

"Bank kita mulai mengalami pembatasan karena Loan Deposit Ratio (LDR) nya 92%," ucapnya saat melakukan fit and proper test oleh Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (9/6/2014).

Selain itu, kata dia, perbankan harus difasilitasi untuk bisa menerapkan instrumen selain deposit. "Kalau di Amerika dan negara maju lainnya, ada instrumen pasar utang," tambahnya.

Dia mengatakan, untuk instrumen perbankan selain deposit tersebut adalah kewenangan gabungan dari BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, Indonesia juga harus meningkatkan investor Surat Utang Negara (SUN) selain dari sektor perbankan. Saat ini SUN yang berasal dari investor perbankan sebesar 73%, sementara dana pensiun 17%, dibanding Thailand SUN perbankan hanya 14%.

"Jadi instrumennya kita harus perbesar dana asuransi dan dana pensiun. Mau tidak mau mereka sumber pendanaan jangka panjang," pungkas Mirza.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved