Konsep Pelabuhan Batu Bara Minta Diperjelas

Senin, 09 Juni 2014 - 15:59 WIB
Konsep Pelabuhan Batu...
Konsep Pelabuhan Batu Bara Minta Diperjelas
A A A
JAKARTA - Pengamat energi dari Indonesian Resources Study Marwan Batubara meminta pemerintah memperjelas konsep pelabuhan khusus batu bara.

Marwan menilai pelabuhan khsusus batu bara akan memberikan dampak positif bagi penadapatan negara karena saat ini banyak pelabuhan "tikus" yang digunakan untuk menyelundupkan batu bara ke luar negeri.

“Karena banyak sekali pelabuhan-pelabuhan tikus ini hilang semua nanti royalti segala macam. Bahkan derahpun tidak dapat apa-apa, merugikan negara,” kata Marwan saat diskusi soal konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) di Jakarta, Senin (9/6/2014).

Selain itu, Marwan meminta sumber daya manusia (SDM) juga diperbaiki. Kendati dibuat pelabuhan khusus batu bara, menurut dia, kalau tetap ada kongkalikong antara petugas Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dengan pengusaha batu bara, maka pelabuhan khusus tidak ada gunanya.

“Ini juga menjadi masalah, semua kongkalikong dengan Bea Cukai bermasalah itu tidak ada gunanya. Tapi dengan lokasi khusus akan lebih mudah mengawasi,” ujarnya.

Sementara pengamat lainnya dari ReforMinner Istitute Komaidi Notonegoro menilai, tidak perlu adanya pelabuhan khusus batu bara karena terkait pengawasan tergantung dari niat baik pengawas.

“Kalau masih main mata mau naik pesawat, naik kereta api tetap saja, tergantung yang mengendarai,” tandas Komaidi.

Dia menilai, biaya yang dikeluarkan untuk membentuk pelabuhan khusus batu bara tidak sedikit. Pemerintah, kata dia, sebaiknya mengevaluasi kekuarangan di sektor SDM.

“Ada baiknya pemerintah memperbaiki di sisi manusianya karena ini lebih penting,” pungkas Komaidi.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edi Prasodjo sebelumnya mengatakan, pelabuhan khsusus batu bara akan dibangun 14 titik di Kalimantan dan Sumatera. Nantinya, pelabuhan umum yang kecil tidak lagi dioperasikan.

“Ini baru ide awal, masih ada kemungkinan 14 itu akan ditambah lagi,” kata dia.

Berdasarkan data Kementerian ESDM pada 2013 jumlah produksi batu bara nasional mencapai 421 juta ton, dengan rincian 349 juta ton untuk ekspor dan 72 juta untuk untuk kebutuhan domestik. Produksi batu bara nasional tahun lalu melampaui target produksi yang ditetapkan pemerintah sebanyak 391 juta ton.

Pada tahun ini, Kementerian ESDM akan berupaya melakukan pembatasan produksi mulai 2014. Pemerintah menargetkan produksi batu bara sama dengan tahun lalu atau sebesar 421 juta ton.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek Rehab Bangunan...
Proyek Rehab Bangunan RSUD Tanpa Plank Proyek
Inilah 4 Negara Eropa...
Inilah 4 Negara Eropa Pengimpor Batu Bara dari Indonesia
Harga Batu Bara Meroket,...
Harga Batu Bara Meroket, Produsen Diminta Tak Tergoda Ekspor
Harga Batu Bara Sepekan...
Harga Batu Bara Sepekan Anjlok karena Permintaan Masih Lesu
Kursi Mensos Perlu Diisi...
Kursi Mensos Perlu Diisi Kalangan Profesional, Jangan dari Parpol Lagi
Larangan Ekspor Batubara...
Larangan Ekspor Batubara Selama 1 Bulan
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
40 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
46 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
China Kelabakan, Pelabuhan...
China Kelabakan, Pelabuhan Terusan Panama Dijual ke AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved