Produksi Industri China Naik 8,8%

Jum'at, 13 Juni 2014 - 14:00 WIB
Produksi Industri China...
Produksi Industri China Naik 8,8%
A A A
BEIJING - Biro Statistik Nasional (RBS) China melaporkan, produksi (output) industri pada Mei 2014 naik 8,8% dari tahun sebelumnya, dan lebih tinggi dibanding 8,7% pada April.

Sementara penjualan ritel tercatat meningkat 12,5%, didorong inflasi yang lebih cepat, dan investasi pada Januari-Mei yang tumbuh 17,2%.

Laporan ini meningkatkan keyakinan para pemimpin China, dalam langkah-langkah stimulus kecil guna mencegah perlambatan ekonomi yang lebih dalam.

Meski demikian, para pembuat kebijakan berlomba dengan kemerosotan pasar properti, dan risiko dari shadow banking, serta meningkatnya kredit macet yang mengancam membatasi skala pemulihan.

"Data menegaskan stabilisasi kegiatan ekonomi dan perbaikan sederhana di sektor manufaktur," ujar Dariusz Kowalczyk, ekonom senior Credit Agricole SA, Hong Kong, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (13/6/2014).

"Sayang, penjualan rumah daerah kontraksi tajam, menyoroti masih lemahnya sektor real-estate dan risiko pertumbuhan secara keseluruhan," tambahnya.

Penjualan rumah dalam lima bulan pertama turun 9,2% dari tahun sebelumnya berdasarkan wilayah dan turun 10,2% atas nilai.

Sementara investasi properti pada periode Januari sampai Mei naik 14,7%, turun dari kecepatan 16,4% dalam empat bulan pertama.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved