SBY Didesak Sahkan Kebijakan Energi Nasional

Jum'at, 13 Juni 2014 - 18:49 WIB
SBY Didesak Sahkan Kebijakan...
SBY Didesak Sahkan Kebijakan Energi Nasional
A A A
JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengesahkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) dalam Peraturan Pemerintah (PP).

Anggota DEN Tumiran mengatakan, sudah menjadi kewajiban presiden sebagai Ketua Harian DEN mengesahkan PP KEN ini, sehingga roadmap kebijakan energi ke depan menjadi lebih jelas dan terarah. Setelah disahkan dalam bentuk PP, nantinya DEN akan membentuk aturan turunan tentang Rencana Umum Energi Daerah.

"Kita berharap dengan rencana energi daerah nanti tidak ada lagi kelangkaan listrik, tidak ada disparitas harga bahan bakar minyak (BBM), tidak ada kelangkaan gas dan tidak ada kelangkaan energi lainnya," kata dia saat di jumpai di Badiklat ESDM, Jakarta, Jumat (13/6/2014).

Menurutnya, susunan rancangan energi daerah akan diterapkan setelah KEN disahkan dalam bentuk PP. Nantinya, imbuh Tumiran, DEN akan memproyeksikan berapa kebutuhan energi di setiap daerah agar dapat disediakan pemerintah secara untuk mencegah kelangkaan energi seperti kelangkaan BBM maupun kelangkaan energi listrik.

"Misalnya daerah yang terjadi kelangkaan atau belum mendapatkan listrik maka daerah lain yang akan memasok. Kemudian banyak sekali proyek listrik yang terhambat karena pembebasan lahan ini akan menjadi landasan," jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam rumusan KEN juga menekankan, pasokan energi nasional harus mampu mencukupi kebutuhan energi nasional secara menyeluruh.

"Sehingga kebijakan ini jelas untuk menopang energi masa depan, jadi untuk ekspor gas, batu bara kita harus kurangi karena selama ini orang lain yang menikmati, padahal kita sendiri kurang," ujarnya.

Dia mencontohkan, program kelistrikan 10.000 mega watt (mw) tahap 1 semestinya selesai 2010 lalu. Namun, hingga kini yang selesai baru 60.000 mw atau sekitar 70%. "Gasnya kita ekspor tapi kita beli fasilitas pembangkit 70%, beli impor semua. Padahal 2015 targetnya 1.930 mw," jelas Tumiran.

Belum lagi terakit pembebasan lahan. Dalan kebijakan energi nasional pemerintah daerah harus membatu terlaksananya program energi yang sebagian besar terhambat kaerna pembebsan lahan.

"Evaluasi pembiayaan perizinan pembebasan lahan ini harus serentak setiap lintas sektoral mendukung kebijakan energi untuk menjamin pasokan energi nasional," ungkapnya.

Sementara, Anggota DEN lainnya Renaldy Dalimi mengatakan, pengembangan energi harus sesuai proyeksi energi, bagaimana masalah pertumbuhan ekonomi harus seimbang dengan pertumbuhan energi ditunjang dengan kesimbangan infrastruktur.

"Setiap pertumbuhan ekonomi 1,5% misalnya harus dibarengi dengan pertumbuhan energi 1,5%. Sekarang kan keadaannya tidak begitu," kata dia.

Renaldy mengatakan, terdapat lima poin KEN yang harus menjadi landasan pemerintah. Di antaranya tidak hanya komoditi ekspor sebagai tujuan sebagai penggerak pembangunan.

"Energi tidak boleh lagi sebagai komoditi ekpsor tapi harus sebagai modal pembangunan. Bagaimana energi menjadi penopang industri dan pembangunan dalam negeri," ujarnya.

Poin lainnya, lanjut Renaldy, pengurangan ekspor energi fosil secara bertahap. Pemerintah kemudian membuat roadmap yang jelas untuk mengurangi energi fosil dengan memeperkuat infrastruktur, seperti membuat blueprint konversi BBM ke BBG yang selama ini dinilainya juga tidak jalan.

"Dengan roadmap yang jelas maka pemerintah mempunyai kerangka yang jelas kapan itu akan distop. Jadi pengurangan ekspor ini dilakukan untuk memasok kebutuhan energi dalam negeri," katanya.

Selain itu, juga memaksimalkan energi baru dan terbarukan dan meningkatkan penggunaan gas bumi dalam rangka menyiapkan cadangan energi nasional yang berkelanjutan.

"Momentum ini tepat sekali akan menjadi senjata keuatan pemerintah membangun energi hingga 2050 dengan evaluasi setiap 5 tahun," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kunjungi DPRD DKI, DEN:...
Kunjungi DPRD DKI, DEN: Jangan Sampai DKI Jadi Provinsi Terakhir
8 Anggota Dewan Energi...
8 Anggota Dewan Energi Nasional 2026-2030 Ditetapkan Komisi XII DPR, Ini Daftarnya
Tekan Impor, DEN: Transisi...
Tekan Impor, DEN: Transisi Energi Harus Cepat Terealisasi
Dukung Transisi Energi,...
Dukung Transisi Energi, BAg Raih 2 Penghargaan dari DEN
Resmi Dapat Restu DPR,...
Resmi Dapat Restu DPR, Ini 8 Nama Anggota DEN Pemangku Kepentingan
Kurangi Kesenjangan,...
Kurangi Kesenjangan, Pemerintah Perbaiki Akses Energi Hingga Pedalaman
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
6 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
18 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
42 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
51 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved