Pemerintah Dinilai Tak Tegas Soal Konversi BBM

Minggu, 15 Juni 2014 - 17:00 WIB
Pemerintah Dinilai Tak...
Pemerintah Dinilai Tak Tegas Soal Konversi BBM
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menilai, pemerintah tidak tegas dalam menerapkan program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Hal ini mengakibatkan penggunaan BBM menjadi berlebihan.

"Persoalannya karena kegagalan pemerintah mengonversi ke BBG. Jadi, dampaknya BBM dikonsumsinya begitu," ujar dia kepada Sindonews, Minggu (15/6/2014).

Dia menilai, jika sejak awal rancangan konversi BBM ke BBG tersebut diterapkan di sektor transportasi publik, konsumsi BBM tidak akan membengkak. Selain itu, harus ada pemaksaan terhadap industri automotif untuk memasang konverter.

"Sehingga terjadi hybrid seperti beberapa produk baru dari Jepang. Itu kan tidak dipaksa seperti itu industri automotifnya," terang dia.

Bahkan, menurut Ichsanuddin, naiknya subsidi BBM tidak bisa dipsalahkan karena hal ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Jangan disalahkan subsidinya. Saya tidak mengerti orang mikirnya itu kesalahan subsidi. Kalau pakai pasal 33 UUD 1945 dan pasal 23, subsidi itu tidak bisa disalahkan. Yang disalahkan adalah pemerintah tidak mampu menyediakan barang untuk hajat hidup orang banyak," tukas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pupuk Indonesia Dorong...
Pupuk Indonesia Dorong Percepatan Konversi Motor BBM ke Listrik
Wuih! Ada 1.000 Unit...
Wuih! Ada 1.000 Unit Konversi Motor Jadi Listrik Gratis di Jabodetabek, Buruan Daftar!
Pertamina Siapkan 56.000...
Pertamina Siapkan 56.000 Paket Konversi LPG untuk Nelayan Tahun Ini
Tekan Impor BBM, PLN...
Tekan Impor BBM, PLN Konversi 250 MW PLTD ke PLTS di 2022
Anggota DPR RI Minta...
Anggota DPR RI Minta Kuota Minyak Tanah di Maluku Dikembalikan
1 Juta Keluarga di Jabar...
1 Juta Keluarga di Jabar Bakal Dapat Program Konversi Gas ke Listrik
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
1 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
1 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
2 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved