Anggaran Perumahan Swadaya Diminta Tidak Dipotong

Senin, 16 Juni 2014 - 20:00 WIB
Anggaran Perumahan Swadaya...
Anggaran Perumahan Swadaya Diminta Tidak Dipotong
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tidak melakukan pemotongan anggaran untuk perumahan swadaya.

Hal tersebut disampaikan di dalam Rapat Kerja (Raker) Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) bersama Komisi V DPR RI dengan agenda Pembahasan Perubahan Alokasi Anggaran untuk Fungsi dan Program Kementerian/Lembaga (K/L) dalam RAPBN-P TA 2014, di ruang Rapat Komisi V DPR RI.

Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hakim mengatakan, jika harus dilakukan pemotongan atau pengalihan anggaran, maka tidak untuk program yang berkaitan dengan keselamatan bangsa, perlindungan dari berbagai marabahaya dan keselamatan sebagaimana dijamin dalam UUD.

"Misalnya tidak boleh memotong anggaran dalam hal pemenuhan hak dasar pemenuhan perumahan bagi warga negara," kata Abdul Hakim dalam rilisnya, Senin (16/6/2014).

Dia mengingatkan bagaimana bangsa Indonesia dapat membangun budaya, peradaban, kesehatan dan pendidikan tanpa perumahan yang memadai.

"Boleh dilakukan pemotongan tapi bukan program peningkatan fasilitasi dan sitmulasi peningkatan kualitas perumahan swadaya. Karena itu, carikan alternatif pemotongan dari program yang lain," terangnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi V DPR RI yang lainnya, Mulyadi. Menurut dia, acuannya adalah program yang dipotong punya dampak seminimal mungkin bagi masyarakat dan sampaikan alasan pemotongannya kepada DPR.

"Karena besok pimpinan harus menyampaikan ke Badan Anggaran (Banggar) tentang pemotongan program ini. Untuk selanjutnya disampaikan ke Kementerian Keuangan dan dibawa ke rapat paripurna," tutur Mulyadi.

Sementara, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz berterima kasih kepada Banggar. Menurutnya, Komisi V sudah berjuang semaksimal mungkin untuk mempertahankan anggaran Kemenpera.

"Rapat hari ini luar biasa sangat kooperatif. Sehingga pemotongan turun menjadi 10-12%. Saya patut berterima kasih khususnya kepada Banggar yang tetap berjuang untuk mempertahankan anggaran Kemenpera," tutur Djan Faridz.

Adapun anggaran Kemenpera dalam RAPBN-P 2014 mengalami pemotongan sebesar Rp563,9 miliar. Untuk program Perumahan Swadaya sendiri mengalami pemotongan sebesar Rp453,6 miliar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Komisi IV DPR Dukung...
Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Rincian Pemangkasan...
Rincian Pemangkasan Anggaran Kementerian/Lembaga
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Berita Terkini
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
17 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
23 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
27 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved