Pembahasan TPID dalam Debat Capres Tidak Tepat

Senin, 16 Juni 2014 - 20:38 WIB
Pembahasan TPID dalam...
Pembahasan TPID dalam Debat Capres Tidak Tepat
A A A
JAKARTA - Masuknya pembahasan mengenai Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada sesi kedua Debat Capres (capres) 2014, kemarin malam, dinilai tidak tepat. Ini karena materi TPID dianggap terlalu teknis, sektoral dan menjadi isu lokal.

“Menurut saya secara substansi menanyakan tentang TPID di dalam forum debat capres sangat tidak tepat, itu sangat sektoral, teknis dan eksekusinya di daerah,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi saat ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (16/6/2014).

Menurut Zainul, pembentukan TPID sebenarnya mengikuti arahan dari Bank Indonesia (BI), yang di dalamnya ada juga keikutsertaan Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, di setiap tingkatan provinsi, jabatan TPID juga tidak dipegang langsung oleh seorang Gubernur, melainkan sekretaris daerah (sekda). Seorang Sekda akan bertanggungjawab penuh untuk mengantisipasi laju inflasi yang dapat terjadi didaerahnya.

“Sehingga, menurut saya kalau menjadi bahan untuk debat calon gubernur, bupati, walikota, itu cocok. Atau bahkan dijadikan satu bahan fit and proper test bagi calon sekda,” tegasnya.

Dia menjelaskan berbicara mengenai tim teknis dan sektoral di daerah, tidak hanya TPID yang ada didalamnya. Ada juga tim teknis sejenis yang dibentuk di daerah, seperti Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Forum Kewaspadaan Dini (FKD) dan lainnya. “Karena kalau dibahas seluruh tim teknis yang ada di daerah, itu kan sangat mikro dan tidak sesuai lah (untuk debat capres),” tegasnya.

Zainul menambahkan, kalaupun ingin membahas atau menanyakan soal TPID, maka orang yang memberikan pertanyaan harus lebih rinci menyampaikan soal ini. Jika tidak menyampaikan apa konteksnya maka akan menyulitkan orang yang dimintai penjelasan.

“Kalau tiba-tiba menanyakan, Menurut bapak bagaimana tentang TPID? Ya, tentu saya sebagai gubernur saja pasti mencari tahu. Ini TPID yang mana maksudnya? Kecuali sebelumnya sudah disampaikan bahwa soal inflasi dan sudah diberikan konteks, jadi baru mengena,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perang Dingin, China...
Perang Dingin, China Bekukan Dialog Ekonomi dengan Australia
China Bekukan Dialog...
China Bekukan Dialog Ekonomi, Mendag Australia Mengaku Kecewa
Dukung Pembangunan Indonesia...
Dukung Pembangunan Indonesia Timur, IBCSD Ajak Sektor Bisnis Lakukan Aksi Nyata
Monitoring Ketahanan...
Monitoring Ketahanan Ekonomi, Kesbangpol Luwu Dialog dengan Pelaku UMKM
Menparekraf Gelar Dialog...
Menparekraf Gelar Dialog dan Pelatihan Ekonomi Kreatif di Bojonggede
Fenomena dr Lois, Informasi...
Fenomena dr Lois, Informasi Sesat dan Rumitnya Penanganan Covid-19 di Tanah Air
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved