Chatib Optimis Asumsi Makro Tercapai Meski Rupiah Anjlok

Rabu, 18 Juni 2014 - 20:27 WIB
Chatib Optimis Asumsi...
Chatib Optimis Asumsi Makro Tercapai Meski Rupiah Anjlok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) M Chatib Basri tetap optimis asumsi makro yang sudah disepakati dalam APBN-P 2014 sebesar Rp11.600 per USD, untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar (USD) akan dapat dicapai meski rupiah sempat terperosok hingga Rp12.000 di perdagangan hari ini.

"Dapat (Rp11.600), karena ini temporer. Efek dari geopolitik itu selalu overshot kemudian dia balik lagi. Biarin aja," ujar dia usai Raker di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Rabu (18/6/2014).

Lebih lanjut dia mengatakan, meskipun Indonesia Crude Price (ICP) juga sudah USD107 per barel, ini bersifat sementara. Dia menilai, persoalan yang terjadi di Irak tidak mungkin terjadi terus menerus.

"Ya saya tau (ICP), tapi nanti sampai akhir tahun rata-ratanya USD105. Karena soal geopolitiknya selalu temporer. Mengambil keputusan karena keputusan satu hari akibat dari geopolitik," terangnya.

Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo mengatakan, ketika fiskal dilaporkan bisa terjadi defisit 4,5% membuat kekhawatiran. "Tetapi dengan sekarang kita sudah melihat bahwa nanti malam akan ada sidang paripurna untuk menyetujui APBN-Perubahan dan itu prinsipnya defisit akan menjadi 2,5% itu menunjukan isu fiskal sudah teratasi," terang dia.

Menurutnya, kita perlu fokus pada neraca perdagangan dan transaksi berjalan. Dia mengatakan, upaya dari pemerintah untuk mendorong ekspor itu memang harus terus dilakukan, karena ekspor non migas dan non mineral itu akan meningkat dengan baik.

"Kita melihat di tekstil, mesin, mekanik, itu ekspornya bagus artinya ada peningkatan. Tetapi dari sisi batu bara, kelapa sawit itu kan ada penurunan, juga mineral yang masih belum ada ekspor yang berarti. Jadi secara umum kita mesti fokus memperbaiki fundamental ekonomi kita supaya neraca perdagangannya dapat membaik tidak seperti 4 bulan kemarin yang menunjukan year to date defisit," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
18 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
39 menit yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
1 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
2 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
6 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved