Ditekan Aksi Jual, IHSG Sulit Bangkit
Senin, 23 Juni 2014 - 08:26 WIB
Ditekan Aksi Jual, IHSG Sulit Bangkit
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diprediksi masih sulit bangkit lantaran ditekan aksi jual.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, three black crows mendekati lower bollinger band (LBB ). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih melanjutkan penurunan.
“Aksi jual yang masih terjadi pun akan menyulitkan IHSG untuk bangkit, terkecuali sebagian pelaku pasar memanfaatkan kondisi ini untuk menampung di bawah sehingga dapat mengurangi penderitaan IHSG,“ kata dia dalam risetnya, Senin (23/6/2014).
Dia memperkirakan, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada rentang support 4.835-4.839, sedangkan resisten pada kisaran 4.875-4.893.
Sementara IHSG pada akhir pekan lalu, meski sempat berada di atas kisaran target support 4.848-4.855, namun tidak mampu bertahan dan ditutup di bawah target kisaran tersebut.
Sepanjang perjalannya IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah. Tidak banyak bursa saham Asia yang mampu lanjutkan penguatannya dan kembali melemahnya laju nilai tukar rupiah membuat IHSG kesulitan untuk bangkit.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.884,48 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.847,70 jelang preclosing dan berakhir di level 4.847,70.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, three black crows mendekati lower bollinger band (LBB ). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih melanjutkan penurunan.
“Aksi jual yang masih terjadi pun akan menyulitkan IHSG untuk bangkit, terkecuali sebagian pelaku pasar memanfaatkan kondisi ini untuk menampung di bawah sehingga dapat mengurangi penderitaan IHSG,“ kata dia dalam risetnya, Senin (23/6/2014).
Dia memperkirakan, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada rentang support 4.835-4.839, sedangkan resisten pada kisaran 4.875-4.893.
Sementara IHSG pada akhir pekan lalu, meski sempat berada di atas kisaran target support 4.848-4.855, namun tidak mampu bertahan dan ditutup di bawah target kisaran tersebut.
Sepanjang perjalannya IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah. Tidak banyak bursa saham Asia yang mampu lanjutkan penguatannya dan kembali melemahnya laju nilai tukar rupiah membuat IHSG kesulitan untuk bangkit.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.884,48 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.847,70 jelang preclosing dan berakhir di level 4.847,70.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :