Ini Cara Menstabilkan Rupiah versi Indef

Minggu, 29 Juni 2014 - 13:38 WIB
Ini Cara Menstabilkan...
Ini Cara Menstabilkan Rupiah versi Indef
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian mengungkapkan akan kembali menggalakkan UU No 7/2011 yang mewajibkan kembali transaksi di Indonesia menggunakan rupiah.

Hal tersebut menjadi salah satu upaya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus tergerus.

Menanggapi hal itu, Ekonom dari Institute for Development of Economic Finance (Indef) Aviliani menilai pemberlakuan kembali UU yang digulirkan sejak 2011 ini tidak bisa membantu menstabilkan rupiah.

"Enggak bisa (menstabilkan rupiah). Karena begini, kita itu ketergantungan impor 70%. Kalau ketergantungan impor kita pakai rupiah, pasti si penjualnya kalah terus dong. Karena begitu dia pakai rupiah, terus tukar ke dolar itu dia pasti akan dirugikan. Enggak segampang melakukan itu," ujar dia kepada Sindonews, Minggu (29/6/2014).

Menurutnya, yang perlu dilakukan Indonesia untuk menstabilkan rupiah adalah menarik dana orang Indonesia yang ada di luar, yang tentunya dengan pemberian insentif.

"Jangan malah kena pajak gitu. Sekarang ini orang Indonesia takut taruh uangnya di Indonesia karena kena pajak. Jadi perlu ada policy tentang pajak. Itu bisa mungkin membantu Indonesia mengambil dana yang dari luar," terangnya.

Selain itu, lanjut Aviliani, memperbaiki pemasukan Indonesia dari devisa hasil ekspor (DHE). Karena selama ini, Indonesia hanya mendapatkan 20% dari uang yang masuk melalui DHE tersebut.

"Nah itu diperbaiki saja, DHE nya ditingkatkan dengan stok, nah biar stok dolar kita di dalam itu bisa terpenuhi baru bisa bagus. Kita itu selalu menyalahkan jangka pendek, masalah kita itu adalah yang fundamental," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
6 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
19 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
57 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved