DPR Minta Pemerintah Siapkan Zona Perumahan MBR

Senin, 30 Juni 2014 - 12:43 WIB
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Siapkan Zona Perumahan MBR
A A A
JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi V meminta pemerintah dalam hal ini Badan Pengelolaan Wilayah Suramadu (BPWS) agar memprioritaskan penyediaan lahan untuk rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Bulan ini sudah dimulai pembahasan rencana kerja pemerintah tahun 2015 dan rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga tahun 2015. Komisi V meminta agar pemerintah memprioritaskan penyediaan lahan untuk rumah murah dalam penyusunan rencana tersebut," kata Anggota DPR RI Komisi V Sigit Sosiantomo dalam rilisnya, Senin (30/6/2014).

Sesuai surat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional No. 0091/M.PPN/03/2014 dan surat Menteri Keuangan No. S-179/MK.02/2014, pagu indikatif BPWS sebesar Rp195 miliar, sementara kebutuhannya mencapai Rp400 miliar.

"Saya minta BPWS agar memprioritaskan tersedianya zona perumahan bagi MBR pada R-APBN 2015. Hal ini mengingat kekurangan pasokan (backlog) rumah sudah mencapai lebih dari 15 juta. Sampai saat ini tidak ada satu pun pejabat yang berani menggaransi seluruh rakyat bisa menempati rumah yang layak," tambah Sigit.

Sesuai Perpres No 27 tahun 2008, tujuan pengembangan wilayah Suramadu adalah optimalisasi percepatan pengembangan wilayah Suramadu sebagai salah satu pusat pengembangan perekonomian Jawa Timur. Salah satu unsur penting dalam pengembangan wilayah adalah adanya zona perumahan.

Tugas BPWS sesuai Perpres tersebut diantaranya membangun dan mengelola Wilayah Kaki Jembatan Suramadu sebanyak kurang lebih 600 hektare (ha) di sisi Surabaya dan 600 ha di sisi Madura. Juga membangun dan mengelola kawasan khusus di Pulau Madura sekitar 600 ha dalam satu kesatuan dengan wilayah pelabuhan peti kemas dengan perumahan dan industri termasuk jalan aksesnya.

"Backlog 15 juta rumah, sementara pasokan hanya 300 ribu rumah per tahun. Di sisi lain, Indonesia memiliki tambahan 800 ribu keluarga baru yang tentu membutuhkan rumah. Kecepatan permintaan perumahahan tidak bisa diimbangi dengan kecepatan pasokan," lanjutnya.

Karena backlog tidak mungkin terpenuhi pada masa pemerintahan ini, Sigit berharap agar backlog dipandang sebagai masalah yang mendesak untuk diselesaikan oleh presiden periode mendatang. Ketiadaan sumber dana rendah biaya juga menjadi masalah pelik yang harus segera diselesaikan. Sementara cetak biru pembangunan perumahan nihil.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
17 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
1 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
1 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
2 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
3 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved