Tingkat Kemiskinan di Jabar Menurun 48.107 Orang

Selasa, 01 Juli 2014 - 19:55 WIB
Tingkat Kemiskinan di...
Tingkat Kemiskinan di Jabar Menurun 48.107 Orang
A A A
BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat pada Maret 2014, jumlah penduduk miskin sebanyak 4.327.065 orang atau 9,44%. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 48.107 orang atau 0,18% dibandingkan dengan bulan September 2013 sebanyak 4.375.172 orang atau 9,61%.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Jabar Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan dengan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

“Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan (GKM) terhadap Garis Kemiskinan (GK) sebesar 70,11% untuk daerah perkotaan. Sedangkan di daerah perdesaan sebesar 75,98%. Secara total peranan komoditi makanan terhadap GK adalah sebesar 72,03%,” terangnya dalam siaran pers di Gedung BPS Jabar, Selasa (1/7/2014).

Dyah menjelaskan, jumlah penduduk miskin bulan Maret 2014 untuk daerah perkotaan sebanyak 2.578.358 orang atau 8,47% terhadap jumlah penduduk perkotaan. Sementara di daerah perdesaan sebanyak 1.748.707 orang atau 11,35% terhadap total penduduk perdesaan.

“Persentase penduduk miskin di perkotaan pun mengalami penurunan, dari 8,69% menjadi 8,47%. Sebaliknya, di perdesaan terjadi penurunan dari 11,42% menjadi 11,35%,” sebut Dyah.

Garis kemiskinan Jabar bulan Maret 2014, kata Dyah, mengalami peningkatan sebesar 2,96% menjadi sebesar Rp285.013 dibandingkan dengan garis kemiskinan bulan September 2013 sebesar Rp276.825.

Untuk daerah perkotaan garis kemiskinan bulan Maret 2014 sebesar Rp288.742, atau naik 2,69% dari kondisi September 2013 (Rp281.189). Garis kemiskinan di daerah perdesaan mengalami peningkatan yang lebih tinggi yaitu 3,50% menjadi sebesar Rp277.645, dibandingkan dengan kondisi September 2013 yaitu sebesar Rp268.251.

Dyah menambahkan, persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. “Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan,” tuturnya.

Pada periode September 2013-Maret 2014 Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan sama-sama menunjukkan kecenderungan menurun. Menurut Dyah, ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin juga cenderung menyempit.

“Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 1.653 pada keadaan September 2013 menjadi 1.524 pada keadaan Maret 2014, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan menunjukkan penurunan dari 0,442 pada keadaan September 2013 menjadi 0,381 pada keadaan Maret 2014,” papar Dyah.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
34 menit yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
10 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
10 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
10 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
11 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
11 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved