Minyak WTI Dekati Harga Terendah Tiga Pekan
Rabu, 02 Juli 2014 - 09:57 WIB
Minyak WTI Dekati Harga Terendah Tiga Pekan
A
A
A
MELBOURNE - Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati harga terendah dalam hampir tiga pekan menjelang data persediaan minyak di Amerika Serikat (AS).
Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah tergelincir 3 sen, kemarin. Berdasarkan data Energy Information Administration, p0asokan minyak mentah AS kemungkinan turun pekan lalu karena persediaan bensin naik.
"Pasar sedang memperhatikan apa yang terjadi di AS sekarang. Bagian selatan Irak saat ini telah bebas dari pertempuran," kata analis Fat Prophets David Lennox seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (2/7/2014).
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus berada di harga USD105,36 per barel, naik 2 sen pada pukul 12.10 siang waktu Sydney. Kontrak tersebut merosot ke USD105,34, kemarin dan merupakan penutupan terendah sejak 11 Juni.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 60% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah meningkat sekitar 7% sepanjang tahun ini.
Sementara harga minyak brent di London ICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus turun 15 sen menjadi USD112,14 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI sekitar USD6,80, turun dari sebelumnya USD6,95.
Pasokan minyak mentah AS diperkirakan menyusut 2,4 juta barel menjadi 385,7 juta pada pekan lalu, sementara stok bensin meningkat sebanyak 550 ribu barel. Diperkirakan, permintaan bensin meningkat sejak Memorial Day pada 26 Mei-1 September 2014, yang merupakan hari buruh.
Pedagang khawatir terhadap badai tropis pertama di lepas pantai AS akan terjadi selama dua hari ke depan. Sementara anggota parlemen di Irak kemarin gagal mengakhiri kebuntuan untuk memilih perdana menteri. Konflik di Irak memicu kekhawatiran terulangnya perang saudara.
Kontrak berjangka (futures) sedikit berubah di New York setelah tergelincir 3 sen, kemarin. Berdasarkan data Energy Information Administration, p0asokan minyak mentah AS kemungkinan turun pekan lalu karena persediaan bensin naik.
"Pasar sedang memperhatikan apa yang terjadi di AS sekarang. Bagian selatan Irak saat ini telah bebas dari pertempuran," kata analis Fat Prophets David Lennox seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (2/7/2014).
WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus berada di harga USD105,36 per barel, naik 2 sen pada pukul 12.10 siang waktu Sydney. Kontrak tersebut merosot ke USD105,34, kemarin dan merupakan penutupan terendah sejak 11 Juni.
Semua volume berjangka yang diperdagangkan sekitar 60% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah meningkat sekitar 7% sepanjang tahun ini.
Sementara harga minyak brent di London ICE Futures Europe untuk pengiriman Agustus turun 15 sen menjadi USD112,14 per barel. Premi minyak mentah patokan Eropa ini terhadap WTI sekitar USD6,80, turun dari sebelumnya USD6,95.
Pasokan minyak mentah AS diperkirakan menyusut 2,4 juta barel menjadi 385,7 juta pada pekan lalu, sementara stok bensin meningkat sebanyak 550 ribu barel. Diperkirakan, permintaan bensin meningkat sejak Memorial Day pada 26 Mei-1 September 2014, yang merupakan hari buruh.
Pedagang khawatir terhadap badai tropis pertama di lepas pantai AS akan terjadi selama dua hari ke depan. Sementara anggota parlemen di Irak kemarin gagal mengakhiri kebuntuan untuk memilih perdana menteri. Konflik di Irak memicu kekhawatiran terulangnya perang saudara.
(rna)
Lihat Juga :