BI Catat Aset BPR di Sulut Naik 6,53%

Rabu, 02 Juli 2014 - 12:29 WIB
BI Catat Aset BPR di...
BI Catat Aset BPR di Sulut Naik 6,53%
A A A
MANADO - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan kinerja positif dari tahun ke tahun. Ini ditandai dengan meningkatnya aset, dana pihak ketiga (DPK) serta penyaluran kredit yang banyak diserap pengusaha termasuk UMKM.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut Luctor Tapiheru mengatakan, total aset BPR di Sulut pada posisi Maret 2014 mencapai Rp905,7 miliar atau naik 6,53% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp850,2 miliar.

"Kenaikan aset BPR ini, juga diikuti kenaikan himpunan DPK. BPR di Sulut hingga Maret 2014, telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp685,8 miliar atau naik 10,36% year on year (yoy), di mana untuk deposito Rp556,8 miliar dan tabungan Rp129 miliar," ujar Luctor, Rabu (2/7/2014).

Kredit yang berhasil disalurkan BPR hingga Maret 2014 mencapai Rp725,5 miliar atau naik 7,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp671,9 miliar.

Pasar BPR masih cukup luas. Apalagi saat ini ada 17 kantor BPR yang memiliki 52 jaringan kantor beroperasi di Sulut. Namun, manajemen BPR harus lebih berani menjangkau pasar dengan tetap melakukan tindakan kehati-hatian. Khususnya penyaluran kredit serta meningkatkan kinerja sumber daya manusia.

"Saat ini, tidak hanya bank umum yang dipercaya masyarakat tapi juga BPR ditandai dengan peningkatan kinerja keuangan dari waktu ke waktu," jelasnya.

Asisten BI Perwakilan Sulut Eko Siswantoro mengatakan, pertumbuhan aset BPR saat ini memang cukup lumayan. Perlambatan hanya terjadi pada Februari 2014.

"Hal ini dipengaruhi adanya bencana alam pertengahan Januari lalu di Sulut, mengakibatkan aset pada Februari BPR di Sulut mengalami penurunan 1,94% dari Rp923 miliar menjadi Rp905 miliar," terangnya.

BI mengimbau BPR yang ada di Sulut agar tetap memberikan yang terbaik kepada masyarakat sesuai tujuan awal. Yakni sebagai lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR.

"Diharapkan juga agar pemerataan layanan perbankan. Seperti pemerataan kesempatan berusaha, pendapatan, dan mereka tidak jatuh ke tangan para pelepas uang (rentenir dan pengijon)," jelasnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Sam Ratulangi Manado Ellen Pakasi mengatakan, peningkayan kinerja BPR di Sulut harus dibarengi dengan kejelihan merangkul peluang pasar. Karena gerakan perbankan oleh bank umum maupun asing yang diprediksi menjamur pada Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, bakal merambat hingga ke pelosok. Baik menyentuh usaha mikro maupun informal.

"Dengan perkembangan lembaga keuangan pada MEA 2015, potensi BPR apa jadinya nanti. Karena itu, BPR harus menggenjot penyaluran kreditnya melalui persyaratan-persyaratan mudah sehingga jangkauannya pun lebih luas. Bukan lagi pelaku usaha kecil, tapi juga yang mikro," ungkapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Gunakan Teknologi, Cara...
Gunakan Teknologi, Cara BPR Hadapi Era New Normal
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved