Pertamina Prediksi Kuota BBM Tetap Jebol

Kamis, 03 Juli 2014 - 16:46 WIB
Pertamina Prediksi Kuota...
Pertamina Prediksi Kuota BBM Tetap Jebol
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (persero) melaporkan bahwa konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari 2011 hingga 2012 tumbuh 10%. Namun, dari 2012 hingga 2013 konsumsi BBM bersubsidi melambat akibat kenaikan harga premium.

Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Hanung Budya mengatakan, meski kenaikan harga sudah terjadi, namun tidak bisa mengerem laju konsumsi BBM bersubsidi tahun ini. Meski konsumsi hanya naik 3,2%, namun kuota BBM bersubsidi diprediksi jebol.

"Kita berusaha semaksimal mungkin mencukupi. Dengan tumbuh 3,2% saja masih kurang," ujar dia di gedung DPR, Kamis (3/7/2014).

Hanung menilai hal ini positif meski jebol. Namun, pola masyarakat mengkonsumsi BBM tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Hanung menilai masyarakat yang biasanya boros membawa kendaraan sekarang berubah menjadi lebih hemat.

"Harga BBM naik Rp2.000, masyarakat mulai menghemat, yang enggak ada kerjaan biasanya keluyuran, dia merubah polanya hemat," ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa kebiasaan masyarakat membawa mobil setiap hari jadi berkurang drastis. Hal itu disebabkan efek kenaikan harga BBM.

"Masyarakat polanya sudah terbentuk, daripada pola tahun lalu. Kenaikan harga efektif mengerem pertumbuhan," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
24 menit yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
1 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
2 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
2 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
13 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved