Adaro Tunda Pembangunan PLTU di Jateng

Senin, 07 Juli 2014 - 19:06 WIB
Adaro Tunda Pembangunan...
Adaro Tunda Pembangunan PLTU di Jateng
A A A
JAKARTA - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) yang 34% sahamnya dimiliki anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yakni PT Adaro Power menunda pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa Tengah.

Setelah akhir pekan lalu, perseroan mengirimkan surat kepada pemangku kepentingan, khususnya PT PLN dan kepada kontraktor engineering (rekayasa/perencanaan), procurement (pembelian) dan construction (konstruksi).

Sekretaris Perusahaan PT Adaro Energy Tbk, Devindra Ratzarwin mengatakan, BPI terpaksa mengumumkan keadaan kahar (force majeure) dikarenakan sebagian kecil pemilik lahan yang tersisa.

"Tetap bersikeras dan secara tidak masuk akal menolak menjual lahannya tanpa alasan yang jelas dan wajar," papar Devindra dalam rilisnya, Senin (7/7/2014).

Dia mengungkapkan, perusahaan tetap berupaya maksimal untuk menyelesaikan komitmen pembebasan lahan untuk kemudian dibangun kontraktor EPC.

Kemudian segera dilaksanakan pembangunan PLTU. Sehingga listriknya dapat dipasok kepada PLN. Demi menghindari konflik sosial yang berkepanjangan, BPI meminta bantuan pemerintah karena kondisi saat ini sudah berada di luar kemampuan swasta untuk menyelesaikan.

"Dengan pendampingan dari pemerintah pusat dan daerah kami berharap penundaan proyek ini bisa cepat dilanjutkan demi kepentingan masyarakat di Jawa Tengah. Khususnya dan demi menjaga iklim usaha yang positif secara nasional," papar dia.

Untuk diketahui, proyek ini hasil dari kerja sama pemerintah dan swasta yang dimulai pada 6 Oktober 2011. Di mana BPI mengumumkan penandatanganan kontrak pembelian listrik jangka panjang antara konsorsium BPI dengan PLN.

Perjanjian tersebut (Long Term Power Purchase Agreement-PPA) menyatakan, BPI akan membangun PLTU Jateng dengan kapasitas 2.000 MW untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik PLN selama 25 tahun ke depan.

PLTU Jateng ini dibangun di atas lahan seluas 226 hektare, di mana BPI sudah membebaskan 197 hektare lahan atau 85% dari seluruh lahan yang dibutuhkan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boy Thohir Menjaga Performa...
Boy Thohir Menjaga Performa Bisnis Adaro di Tengah Pandemi
6 Jurusan Kuliah yang...
6 Jurusan Kuliah yang Dibutuhkan PT Adaro Minerals, Perusahaan dengan Saham Tercuan 2022
Adaro Optimistis Permintaan...
Adaro Optimistis Permintaan Batu Bara Meningkat hingga Akhir Tahun
1.000 Konsentrator Oksigen,...
1.000 Konsentrator Oksigen, Dukungan Adaro untuk Penanganan Covid-19
Boy Thohir dan Keluarganya...
Boy Thohir dan Keluarganya Borong 7,3 Juta Lembar Saham AADI
Waduh, Usai RUPST Akun...
Waduh, Usai RUPST Akun Instagram Adaro Energy Lenyap! Nyaris Seminggu Tak Bisa Diakses
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved