Produksi Batu Bara Adaro Energy Turun 6 Persen di 2020
Rabu, 17 Februari 2021 - 17:57 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Emiten pertambangan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) , mencatatkan total produksi batu bara sebesar 54,53 juta ton sepanjang tahun 2020. Torehan itu mengalami penurunan enam persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Corporate Secretary & Investor Relations Division Head Adaro Energy, Mahardika Putranto menyampaikan, volume produksi batu bara yang sedikit lebih tinggi dibandingkan panduan tahun 2020 yang ditetapkan sebesar 52-54 juta ton.
Selain itu, volume penjualan batu bara pada tahun 2020 tercatat mencapai 54,14 juta ton, atau 9 persen lebih rendah dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Total pengupasan lapisan penutup pada 2020 mencapai 209,48 million bank cubic meter (Mbcm), atau turun 23 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sejalan dengan panduan perusahaan untuk menurunkan nisbah kupas tahun ini.
(Baca juga: Ketentuan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Perlu Diatur di RUU EBT )
"Nisbah kupas Adaro Energy pada tahun 2020 mencapai 3,84 kali, di bawah panduan nisbah kupas yang ditetapkan sebesar 4,30 kali. Cuaca yang kurang baik di hampir sepanjang tahun merupakan tantangan bagi perusahaan untuk mencapai panduan nisbah kupasnya," ujar Mahardika dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (17/2/2021).
Mahardika menambahkan, pada kuartal IV-2020, Perseroan memproduksi 13,43 juta ton dan menjual 13,39 juta ton batu bara, atau masing-masing turun 3 persen dan 8 persen dibandingkan kuartal IV-2019. Total pengupasan lapisan penutup pada kuartal IV-2020 mencapai 49,06 Mbcm, atau turun 21 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sehingga nisbah kupas tercatat sebesar 3,65x.
"Kuartal ini diwarnai dengan cuaca basah dengan curah hujan yang tinggi dan jam hujan yang panjang di area tambang utama sejak bulan November," kata dia.
Corporate Secretary & Investor Relations Division Head Adaro Energy, Mahardika Putranto menyampaikan, volume produksi batu bara yang sedikit lebih tinggi dibandingkan panduan tahun 2020 yang ditetapkan sebesar 52-54 juta ton.
Selain itu, volume penjualan batu bara pada tahun 2020 tercatat mencapai 54,14 juta ton, atau 9 persen lebih rendah dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Total pengupasan lapisan penutup pada 2020 mencapai 209,48 million bank cubic meter (Mbcm), atau turun 23 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sejalan dengan panduan perusahaan untuk menurunkan nisbah kupas tahun ini.
(Baca juga: Ketentuan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Perlu Diatur di RUU EBT )
"Nisbah kupas Adaro Energy pada tahun 2020 mencapai 3,84 kali, di bawah panduan nisbah kupas yang ditetapkan sebesar 4,30 kali. Cuaca yang kurang baik di hampir sepanjang tahun merupakan tantangan bagi perusahaan untuk mencapai panduan nisbah kupasnya," ujar Mahardika dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (17/2/2021).
Mahardika menambahkan, pada kuartal IV-2020, Perseroan memproduksi 13,43 juta ton dan menjual 13,39 juta ton batu bara, atau masing-masing turun 3 persen dan 8 persen dibandingkan kuartal IV-2019. Total pengupasan lapisan penutup pada kuartal IV-2020 mencapai 49,06 Mbcm, atau turun 21 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sehingga nisbah kupas tercatat sebesar 3,65x.
"Kuartal ini diwarnai dengan cuaca basah dengan curah hujan yang tinggi dan jam hujan yang panjang di area tambang utama sejak bulan November," kata dia.
Lihat Juga :