Jelang Pilpres, Waspadai Pembalikan Arah IHSG
Selasa, 08 Juli 2014 - 08:39 WIB
Jelang Pilpres, Waspadai Pembalikan Arah IHSG
A
A
A
JAKARTA - Pelaku pasar disarankan untuk mewaspadai terjadinya pembalikan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang pemilihan umum presiden (pilpres). Pasalnya, aksi ambil untung (profit taking) membayangi laju IHSG yang telah naik signifikan kemarin.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola white marubozu dekati upper bollinger band (UBB). MACD bertahan naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan kenaikannya.
Menurut dia, meski dari sisi teknikal masih ada potensi kenaikan, namun melemahnya sejumlah laju bursa saham global dan dekatnya IHSG pada resisten dapat dimanfaatkan untuk profit taking.
“Selain itu, meski kami masih berharap IHSG dapat tetap bergerak positif jelang pilpres, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan arah dari pihak-pihak yang memanfaatkan kenaikan signifikan saat ini,“ kata dia dalam risetnya, Selasa (8/7/2014).
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada pada rentang support 4.910-4.955 dan resisten 4.995-5.000. Sementara kemarin, IHSG mampu melewati kisaran target resisten 4.912-4.925.
Meski laju bursa saham Asia cenderung melemah seiring aksi profit taking karena ekspektasi akan melambatnya kinerja emiten di semester I tahun ini, namun tidak demikian dengan IHSG. IHSG bergerak menguat berbarengan dengan masih positifnya laju bursa saham India, Singapura, Thailand, dan beberapa lainnya.
Kembalinya asing mencatatkan nett buy yang diiringi terapresiasinya rupiah karena merespon hasil debat di akhir pekan kemarin memberikan angin segar bagi IHSG, sehingga dapat melanjutkan kenaikannya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.989,03 di akhir sesi dan menyentuh level terendah 4.918,87 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.989,03.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola white marubozu dekati upper bollinger band (UBB). MACD bertahan naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan kenaikannya.
Menurut dia, meski dari sisi teknikal masih ada potensi kenaikan, namun melemahnya sejumlah laju bursa saham global dan dekatnya IHSG pada resisten dapat dimanfaatkan untuk profit taking.
“Selain itu, meski kami masih berharap IHSG dapat tetap bergerak positif jelang pilpres, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan arah dari pihak-pihak yang memanfaatkan kenaikan signifikan saat ini,“ kata dia dalam risetnya, Selasa (8/7/2014).
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada pada rentang support 4.910-4.955 dan resisten 4.995-5.000. Sementara kemarin, IHSG mampu melewati kisaran target resisten 4.912-4.925.
Meski laju bursa saham Asia cenderung melemah seiring aksi profit taking karena ekspektasi akan melambatnya kinerja emiten di semester I tahun ini, namun tidak demikian dengan IHSG. IHSG bergerak menguat berbarengan dengan masih positifnya laju bursa saham India, Singapura, Thailand, dan beberapa lainnya.
Kembalinya asing mencatatkan nett buy yang diiringi terapresiasinya rupiah karena merespon hasil debat di akhir pekan kemarin memberikan angin segar bagi IHSG, sehingga dapat melanjutkan kenaikannya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.989,03 di akhir sesi dan menyentuh level terendah 4.918,87 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.989,03.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :