IHSG Berakhir Menguat ke 5.024,71 Jelang Pilpres
Selasa, 08 Juli 2014 - 16:13 WIB
IHSG Berakhir Menguat ke 5.024,71 Jelang Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini menjelang pemilihan presiden (pilpres) berakhir positif. IHSG melonjak 35,68 poin atau 0,72% ke level 5.024,71.
IHSG pagi tadi dibuka kembali naik 46,33 poin atau 0,93% ke level 5.035,36 dan pada akhir sesi I parkir di level 5.037,99. Sementara IHSG kemarin ditutup melesat 83,21 poin atau 1,7% ke level 4.989,03.
Penguatan tersebut, menurut Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko, didukung optimisme pelaku pasar terhadap hasil pemilu sesuai yang diharapkan, sehingga mampu mengangkat IHSG. Meski sentimen dari luar negeri tidak begitu mendukung.
"IHSG Menguat di tengah pelemahan regional," kata dia, Selasa (8/7/2014).
Semalam, Wall Street berakhir terkoreksi. Sementara indeks Nikkei melemah 65,03 poin atau 0,42% ke 15.314,41, indeks Straits Times turun 7,92 poin atau 0,24% ke 3.283,65, indeks Hang Seng naik 0,46 poin atau 0,00% ke 23.541,38, dan Shanghai naik 4,09 poin atau 0,20% menjadi 2.064,02.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp10,54 triliun dengan 7,65 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih Rp1,58 triliun. Tercatat 133 saham naik, 190 saham melemah dan 94 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan terbesar adalah keuangan yang naik 2,09%. Sedangkan yang melemah tertinggi sektor tambang, yang turun 1,14%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp75 menjadi Rp7.575, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp130 menjadi Rp4.975, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp70 menjadi Rp4.970.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp750 menjadi Rp52.650, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) turun Rp55 menjadi Rp2.365, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp25 menjadi Rp2.990.
Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri sebelumnya meyakini jika pemilu berjalan lancar akan menciptakan kenyaman bagipasar. Pasalnya, selama ini kegugupan pasar karena ketakutan terjadinya konflik saat pemilu.
Namun jika sampai terjadi sesuatu maka ini sifatnya temporer. Oleh sebab itu, pasar tidak perlu khawatir akan gejolak pemilu.
"Ini kalau sampai terjadi sesuatu itu sifatnya temporer, dan saya percaya bahwa pemilu lancar, aman, sehingga insya Allah market-nya akan baik," tutur dia.
IHSG pagi tadi dibuka kembali naik 46,33 poin atau 0,93% ke level 5.035,36 dan pada akhir sesi I parkir di level 5.037,99. Sementara IHSG kemarin ditutup melesat 83,21 poin atau 1,7% ke level 4.989,03.
Penguatan tersebut, menurut Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko, didukung optimisme pelaku pasar terhadap hasil pemilu sesuai yang diharapkan, sehingga mampu mengangkat IHSG. Meski sentimen dari luar negeri tidak begitu mendukung.
"IHSG Menguat di tengah pelemahan regional," kata dia, Selasa (8/7/2014).
Semalam, Wall Street berakhir terkoreksi. Sementara indeks Nikkei melemah 65,03 poin atau 0,42% ke 15.314,41, indeks Straits Times turun 7,92 poin atau 0,24% ke 3.283,65, indeks Hang Seng naik 0,46 poin atau 0,00% ke 23.541,38, dan Shanghai naik 4,09 poin atau 0,20% menjadi 2.064,02.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp10,54 triliun dengan 7,65 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih Rp1,58 triliun. Tercatat 133 saham naik, 190 saham melemah dan 94 saham stagnan.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan terbesar adalah keuangan yang naik 2,09%. Sedangkan yang melemah tertinggi sektor tambang, yang turun 1,14%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp75 menjadi Rp7.575, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp130 menjadi Rp4.975, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp70 menjadi Rp4.970.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp750 menjadi Rp52.650, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) turun Rp55 menjadi Rp2.365, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun Rp25 menjadi Rp2.990.
Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri sebelumnya meyakini jika pemilu berjalan lancar akan menciptakan kenyaman bagipasar. Pasalnya, selama ini kegugupan pasar karena ketakutan terjadinya konflik saat pemilu.
Namun jika sampai terjadi sesuatu maka ini sifatnya temporer. Oleh sebab itu, pasar tidak perlu khawatir akan gejolak pemilu.
"Ini kalau sampai terjadi sesuatu itu sifatnya temporer, dan saya percaya bahwa pemilu lancar, aman, sehingga insya Allah market-nya akan baik," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :