Pemerintahan Baru Diminta Perbaiki Sistem Logistik

Rabu, 09 Juli 2014 - 15:37 WIB
Pemerintahan Baru Diminta...
Pemerintahan Baru Diminta Perbaiki Sistem Logistik
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adi Lukman menuturkan, Presiden yang terpilih harus mengimplementasikan visi misinya, dan buka hanya sekadar janji.

Salah satu yang harus diprioritaskan adalah percepatan perbaikan infrastruktur logistik sampai ke daerah-daerah.

"Bayangkan yang tadinya produk kedaluwarsa pendek seperti susu yoghurt, roti kan pendek cuma lima hari sampai seminggu distribusinya dalam kota yang dekat saja. Kalau bisa didistribusikan sampai ke daerah, penjualannya bisa meningkat 50%. Infrastruktur bukan hanya fisik tapi sisitem logistik penting," ujarnya di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta, Selasa (8/7/2014) malam.

Selain itu, kebijakan energi juga harus diprioritaskan. Industri diberikan arahan roadmap kebijakan energi yang panjang. "Jangan tiba-tiba naik gas, listrik itu tidak bantu industri. Harmonisasi regulasi dan kebijakan bukan hanya di pusat tapi pusat dan daerah juga," tambah dia.

Menurutnya, masalah kedepan Indonesia adalah daya saing di pasar global. Bukan hanya antara pemerintah dengan pengusaha saja, namun bagaimana Indonesia bisa menang di dalam percaturan global. Hal ini dinilai penting untuk dipikirkan secara bersama.

"Persaingan di dunia, saya baru keliling dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke Amerika Serikat (AS) dan Korea. Persaingan bukan cuma tarif, tapi supermarket di AS dan di Eropa sudah minta standar makanan BRC (British Retail Consorsium). Levelnya jauh lebih tinggi daripada HSSP," terang Adi.

Peningkatan standar yang dilakukan AS dan Eropa tersebut, semata bukan karena untuk keamanan pangan dan melindungi konsumennya. Namun dia menilai hal ini juga untuk menghambat produk impor masuk ke negaranya.

"Non tarif barrier, tantangan makanan minuman ke depan seperti itu. Di AS itu sudah FSMA (Food Safety Modernization Act). Di Eropa juga BRC, semakin lama negara maju semakin meningkatkan standarnya," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
20 menit yang lalu
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
56 menit yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
1 jam yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
1 jam yang lalu
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
1 jam yang lalu
JICT dan Bea Cukai Sinergi...
JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
1 jam yang lalu
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved