Program Pensiun Baru Diikuti 7,5% Perusahaan

Rabu, 09 Juli 2014 - 17:51 WIB
Program Pensiun Baru...
Program Pensiun Baru Diikuti 7,5% Perusahaan
A A A
BANDUNG - Pemahaman mengenai program pensiun dipandang masih sangat rendah. Betapa tidak, perusahaan-perusahaan di Indonesia, yang berdasarkan data statistik, mencapai 22 juta perusahaan, tidak lebih dari 10% yang mengikutsertakan para pekerjanya dalam program pensiun.

"Sampai saat ini, perusahaan yang mengikutsertakan para pekerjanya pada program dana pensiun masih sangat rendah. Ini indikasi pemahaman perusahaan yang kurang terhadap program yang bermanfaat bagi para pekerja ini," ujar Senior Sales Manager Employee Benefits Manulife Financial Tjondro Lukito, di Bandung, beberapa waktu lalu.

Tercatat, baru sekitar 7,5% atau 1,65 juta perusahaan yang mendaftarkan para pekerjanya pada program pensiun. Menurutnya, jumlah tersebut perlu makin diperbanyak lagi agar kesejahteraan para pekerja lebih terjamin lagi.

Untuk itu, kat Tjondro, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan di berbagai kota di Indonesia.

"Undang-undang 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan juga sudah mengisyaratkan kewajiban tersebut. Nah pemahaman perusahaan-perusahaan itu yang coba kami terus tingkatkan melalui sosialisasi tersebut," sambungnya.

Namun, kata dia, yang menjadi kendala lain adalah, saat ini, masih banyak perusahaan yang hanya melakukan pencatatan para pekerjanya, tetapi belum mengikutsertakannya dalam program dana pensiun.

"Padahal, lebih baik perusahaan menyisihkan keuntungan bisnisnya untuk program dana pensiun para pekerja. Ini juga demi perusahaan. Karena bukan tidak mungkin, dengan begitu, para pekerja makin semangat dan merasa nyaman bekerja di perusahaan tersebut," tutur Tjondro.

Sementara itu, Head of Pension Employee Benefits Distribution Departement Ricky Samsico mengatakan, seiring berjalannya waktu, pasar program dana pensiun makin besar dan terbuka lebar.

"Kami terus mengembangkan program pensiun ini. Pertumbuhannya cukup tinggi. Tahun lalu saja pertumbuhannya mencapai 53%," sebutnya.

Tahun ini, kata dia, pihaknya mencanangan target pertumbuhan yang lebih tinggi lagi daripada tahun lalu atau minimalnya sama dengan tahun lalu.

Ricky menyebutkan, sejauh ini, pihaknya, yang merebut pasar terbesar asuransi pada program dana pensiun, yaitu sekitar 25%, mengelola dana pensiun cukup besar.

"Angka dana program dana pensiun yang kami kelola sekitar Rp 7 triliun dari total nilai dana kelola program pensiun mencapai Rp 30 triliun," sebutnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi...
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Cara Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Proteksi Diri
Daftar Rumah Sakit di...
Daftar Rumah Sakit di Jakarta yang Tidak Menerima BPJS Kesehatan
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Meneropong Potensi Besar...
Meneropong Potensi Besar Pasar Penjualan Asuransi Kecelakaan
Apa Pentingnya Punya...
Apa Pentingnya Punya Asuransi Kendaraan Ketika Mudik Lebaran?
BRINS Hadirkan Greensurance,...
BRINS Hadirkan Greensurance, Inovasi Terbaru Asuransi Ramah Lingkungan
Berita Terkini
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
11 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
51 menit yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
2 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
12 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
12 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved