Emas Antam Turun Lagi Rp1.000/Gram

Kamis, 10 Juli 2014 - 09:50 WIB
Emas Antam Turun Lagi...
Emas Antam Turun Lagi Rp1.000/Gram
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini usai pemilihan presiden (pilpres) turun lagi Rp1.000 setelah sebelumnya turun Rp2.000 per gram.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Kamis (10/7/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram dibanderol pada harga Rp541.000 per gram dari sebelumnya Rp542.000 per gram.

Sementara harga beli kembali (buyback) emas perseroan turun dengan nominal sama menjadi Rp486.000 per gram dari sebelumnya di harga Rp487.000 per gram.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.042.000, dengan harga per gram Rp521.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.545.000 dengan harga Rp515.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.048.000 dengan harga per gram Rp512.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.560.000 dengan harga per gram dihargai Rp512.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.070.000, dengan harga per gram Rp507.000.

Harga emas 25 gram Rp12.600.000 dengan harga per gram Rp504.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.150.000, dengan harga per gram Rp503.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp50.250.000, dengan harga per gram Rp502.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp125.500.000, dengan harga per gram Rp502.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp250.800.000, dengan harga per gram Rp501.600.

Sementara harga emas global diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam sepekan dipicu terkoreksinya dolar Amerika Serikat (USD) setelah Federal Reserve (The Fed) merilis hasil pertemuan terakhir ditambah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sehingga mendorong permintaan terhadap investasi pada aset aman.

Harga logam mulia untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.329,84 per ons pada pukul 09.13 pagi di Singapura dari sebelumnya USD1.327,83. Logam kemarin naik ke USD1.332,20, tertinggi sejak 1 Juli 2014.

"Harga emas didukung hasil pertemuan The Fed karena dolar berada dalam tekanan. Dukungan tambahan berasal dari ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah serta antara Ukraina dan Rusia," kata analis Huatai Great Wall Futures Co Huang Wei seperti dilansir Bloomberg, Kamis (10/7/2014).

The Fed memberi sinyal akan mengakhir pembelian obligasi pada Oktober tahun ini dan dan segera menaikkan suku bunga. Sementara Israel memulai serangan militer di Jalur Gaza pekan ini dan ketegangan di Irak serta antara Ukraina dan Rusia yang masih terjadi.

Emas di Comex untuk pengiriman Agustus naik 0,4% menjadi USD1.329,70 per ons. Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust tetap 800,28 metrik ton. Sepanjang tahun ini, harga emas telah meningkat sebesar 10% di tengah ketegangan geopolitik dan pemulihan ekonomi AS yang belum merata serta melambatnya penjualan produk di bursa.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
1 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
2 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
2 jam yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
2 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
3 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved