OJK: Jangan Terlena Lonjakan IHSG Pasca Pilpres
Jum'at, 11 Juli 2014 - 12:05 WIB
OJK: Jangan Terlena Lonjakan IHSG Pasca Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup memperpanjang kenaikan sejak 4 Juli 2014 dan mencetak rekor tahun ini didukung euforia Pilpres dan dipertahankannya suku bunga acuan (BI Rate).
IHSG kemarin bertambah 73,30 poin atau 1,46% ke level 5.098,01. Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengingatkan bahwa semua pihak jangan terus terlena dengan lonjakan IHSG pasca Pilpres.
Karena, pada dasarnya IHSG tidak hanya berlandaskan sentimen, tetapi juga fundamental ekonomi. "Saya kira sentimen pertama ini cukup berperan sehingga indeks mengalami peningkatan. Namun, kita tetap harus berhati-hati karena saya pikir faktor regional, global. Kita dihadapkan beberapa persoalan relatif sama," ujar dia di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (11/7/2014).
Meski demikian, sentimen masyarakat terhadap Pilpres baik dalam maupun luar negeri cukup baik. Bahkan kemarin investor asing banyak yang membeli saham, sehingga volume perdagangan kemarin mencetak Rp15 triliun untuk satu hari transaksi.
"Jadi saya pikir sentimennya positif, mudah-mudahan bisa jadi bekal, tapi tentu saja tetap harus pantau lebih dekat. Karena teman-teman tahu, indeks itu turun naik. Hari ini bisa naik bisa turun. Tetap semua tentu saja dilandasi dengan fundamental ekonomi," imbuh Muliaman.
Dia berharap IHSG akan terus membaik di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia yang seperti saat ini.
"Dan tentu saja kita be ready dengan perkembangan sentimen dan perkembangan fundamental. Jadi saya pikir kita lihat nanti. Tapi intinya tidak lepas dari dua hal itu," pungkasnya.
IHSG kemarin bertambah 73,30 poin atau 1,46% ke level 5.098,01. Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengingatkan bahwa semua pihak jangan terus terlena dengan lonjakan IHSG pasca Pilpres.
Karena, pada dasarnya IHSG tidak hanya berlandaskan sentimen, tetapi juga fundamental ekonomi. "Saya kira sentimen pertama ini cukup berperan sehingga indeks mengalami peningkatan. Namun, kita tetap harus berhati-hati karena saya pikir faktor regional, global. Kita dihadapkan beberapa persoalan relatif sama," ujar dia di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat (11/7/2014).
Meski demikian, sentimen masyarakat terhadap Pilpres baik dalam maupun luar negeri cukup baik. Bahkan kemarin investor asing banyak yang membeli saham, sehingga volume perdagangan kemarin mencetak Rp15 triliun untuk satu hari transaksi.
"Jadi saya pikir sentimennya positif, mudah-mudahan bisa jadi bekal, tapi tentu saja tetap harus pantau lebih dekat. Karena teman-teman tahu, indeks itu turun naik. Hari ini bisa naik bisa turun. Tetap semua tentu saja dilandasi dengan fundamental ekonomi," imbuh Muliaman.
Dia berharap IHSG akan terus membaik di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi Indonesia yang seperti saat ini.
"Dan tentu saja kita be ready dengan perkembangan sentimen dan perkembangan fundamental. Jadi saya pikir kita lihat nanti. Tapi intinya tidak lepas dari dua hal itu," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :