IHSG Diprediksi pada Kisaran 4.977-5.073
Senin, 14 Juli 2014 - 08:48 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 4.977-5.073
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan sudah mengalami jenuh beli. IHSG diprediksi akan bergerak pada kisaran support 4.997 dan resistance 5.073.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, IHSG saat ini bergerak di atas EMA 200 hari. Indeks koreksi selama perdagangan kemarin. Koreksi akan coba menutup gap di 4.989.
“Indikator RSI di area overbought dan potensi pasar sudah jenuh beli. Hari ini indeks akan bergerak melanjutkan pelemahannya,“ kata dia, Senin (14/7/2014).
Sementara sentimen dari Amerika Serikat (AS) masih positif. Pasar saham AS menguat akhir pekan lalu, seiring penantian rilis kinerja semester I saham-saham teknologi besar. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,17% dan indeks S&P500 sebesar 0,15%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh konflik di Jalur Gazza. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 naik sebesar 0,25%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI turun 2,18% ke posisi USD98,42 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,06% ke level USD1.337,40 per ons.
Dari dalam negeri, investor asing terus masuk ke pasar modal Indonesia pasca pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) pada 9 Juli lalu. Ke depan, investor menanti penetapan pemenang pilpres yang sedianya akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang. Di sisi lain, kalangan pemodal juga mencermati kinerja semester I perusahaan tercatat (emiten) yang akan dirilis.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, IHSG saat ini bergerak di atas EMA 200 hari. Indeks koreksi selama perdagangan kemarin. Koreksi akan coba menutup gap di 4.989.
“Indikator RSI di area overbought dan potensi pasar sudah jenuh beli. Hari ini indeks akan bergerak melanjutkan pelemahannya,“ kata dia, Senin (14/7/2014).
Sementara sentimen dari Amerika Serikat (AS) masih positif. Pasar saham AS menguat akhir pekan lalu, seiring penantian rilis kinerja semester I saham-saham teknologi besar. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,17% dan indeks S&P500 sebesar 0,15%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh konflik di Jalur Gazza. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 naik sebesar 0,25%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI turun 2,18% ke posisi USD98,42 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,06% ke level USD1.337,40 per ons.
Dari dalam negeri, investor asing terus masuk ke pasar modal Indonesia pasca pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) pada 9 Juli lalu. Ke depan, investor menanti penetapan pemenang pilpres yang sedianya akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang. Di sisi lain, kalangan pemodal juga mencermati kinerja semester I perusahaan tercatat (emiten) yang akan dirilis.
(rna)
Lihat Juga :