Rupiah Berakhir Terdepresiasi ke Rp11.665/USD
Senin, 14 Juli 2014 - 16:19 WIB
Rupiah Berakhir Terdepresiasi ke Rp11.665/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini kembali terdepresiasi seiring terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp11.665 per USD. Posisi ini terdepresiasi 77 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.588 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.610 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.609 per USD dan terlemah di level Rp11.666 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.659 per USD, dengan kisaran harian Rp11.585-Rp11.659 per USD. Posisi ini anjlok 80 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.579 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.662 per USD. Posisi ini memburuk 76 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.586 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.627 per USD. Posisi sama dengan posisi pada penutupan Jumat (11/7/2014).
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, melemahnya laju rupiah terhadap USD hari ini sesuai dengan fundamentalnya di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kembali melebarnya defisit transaksi berjalan.
"Selain itu, juga menunggu hasil resmi pemilihan presiden (pilpres) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang," kata dia, Senin (14/7/2014).
Sementara IHSG sore ini ditutup melanjutkan koreksi akhir pekan lalu di tengah menguatnya mayoritas bursa Asia. IHSG melemah 11,54 poin atau 0,23% ke level 5.021,06.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,93 triliun dengan 4,94 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih Rp359,09 miliar. Tercatat 119 saham naik, 164 saham melemah dan 109 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp11.665 per USD. Posisi ini terdepresiasi 77 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.588 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.610 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.609 per USD dan terlemah di level Rp11.666 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.659 per USD, dengan kisaran harian Rp11.585-Rp11.659 per USD. Posisi ini anjlok 80 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.579 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.662 per USD. Posisi ini memburuk 76 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.586 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.627 per USD. Posisi sama dengan posisi pada penutupan Jumat (11/7/2014).
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, melemahnya laju rupiah terhadap USD hari ini sesuai dengan fundamentalnya di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kembali melebarnya defisit transaksi berjalan.
"Selain itu, juga menunggu hasil resmi pemilihan presiden (pilpres) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli mendatang," kata dia, Senin (14/7/2014).
Sementara IHSG sore ini ditutup melanjutkan koreksi akhir pekan lalu di tengah menguatnya mayoritas bursa Asia. IHSG melemah 11,54 poin atau 0,23% ke level 5.021,06.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,93 triliun dengan 4,94 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih Rp359,09 miliar. Tercatat 119 saham naik, 164 saham melemah dan 109 saham stagnan.
(rna)