Alasan Pasar Obligasi RI Kurang Likuid

Senin, 14 Juli 2014 - 18:59 WIB
Alasan Pasar Obligasi...
Alasan Pasar Obligasi RI Kurang Likuid
A A A
JAKARTA - PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) menjelaskan, bahwa pasar surat utang (obligasi) di Indonesia belum bisa dikatakan likuid jika dibandingkan pasar obligasi di negara lain hingga saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Direktur PHEI Wahyu Treenggono saat diskusi edukasi wartawan pasar modal di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.

Dia menjelaskan, hal ini dikarenakan dari 500 seri obligasi yang beredar, hanya sekitar 95% yang dapat diperdagakan secara aktif, sisanya obligas tidur.

"Hal itu terjadi karena minimnya seri obligasi dan variasi obligasi yang diterbitkan," ujarnya, Senin (14/7/2014).

Menurutnya, saat ini hanya terdapat sekitar 500 seri obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi, jika dibandingkan dengan seri obligas di negera tetanga yang mencapai 3.000 seri

"Selain itu, saat ini secara rata-rata satu seri obligasi yang di perdagangkan ada sebanyak tiga kali dalam satu tahun perdagangan, dengan volume Rp63 miliar," paparnya.

Wahyu juga mengungkapkan, agar likuiditas obligasi meningkat maka perlu meningkatkan jumlah korporasi yang menerbitkan obligasi. Dia menjelaskan, dengan semakin banyak seri obligasi yang diterbitkan maka akan semakin banyak pilihan bagi manager investasi untuk menambah suplai

"Kalau sedikit pilihannya maka seri obligasi bagus akan di simpan sebab takut tidak ada pilihan lainnya," kata dia.

Di samping itu, variasi obligasi perlu di perbanyak, sebab selama ini 90% seri obligasi merupakan pendapatan tetap atau fix rate, bagi perusahaan sektor tertentu hal ini tidak menarik.

"Misalkan untuk perusahaan perkebunan dimana panen lima tahun ke depan sejak penerbitan obligasi. Variasi kupon juga yang seperti zero kupon," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
BUMA Lunasi Sisa Obligasi...
BUMA Lunasi Sisa Obligasi 2026 Senilai USD212,25 Juta
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
5 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
6 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved