Menhub: Jangan Coba-coba Transaksi Tanpa Rupiah
Senin, 14 Juli 2014 - 21:10 WIB
Menhub: Jangan Coba-coba Transaksi Tanpa Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah belum lama ini telah merencanakan untuk menggalakkan kembali peraturan penggunaan rupiah dalam transaksi tunai/non tunai di Indonesia.
Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan mengungkapkan hal ini telah ditetapkan dan pada dasarnya pengusaha senang dengan keputusan soal wajib rupiah tersebut.
"Enggak boleh (dilanggar), berani coba awas kena. Sudah diputuskan dan semua senang menggunakan rupiah, jangan sampai dibalik kalau menggunakan dolar kita tergantung pada rupiah," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Senin (14/7/2014).
Menanggapi pernyataan yang menyatakan mata uang rupiah kurang efektif untuk digunakan, pria asal Manado ini membantah dan menganggap rupiah justru lebih efektif. "Ya bagi mereka itu (tidak efektif), lebih bagus rupiah menurut saya," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, untuk saat ini pihaknya akan kembali menggalakkan UU No 7/2011 yang mewajibkan kembali transaksi di Indonesia menggunakan rupiah, salah satunya dalam transaksi di lingkungan pelabuhan.
"Pelindo II kita minta agar segera bisa implememtasikan UU ini. Maksimal tiga bulan untuk sosialisasi agar masalah penggunaan nominasi rupiah bisa dilaksanakan di lingkungan pelabuhan. Agar tidak ada tekanan berlebihan terhadap rupiah," ujar dia.
CT mengatakan, transaksi di pelabuhan seperti pembayaran kapal dan handling charge, semua menggunakan dolar. "Kalau nanti pakai rupiah, kan dengan begitu tidak perlu pakai dolar lagi di eksportir yang ada di Jakarta. Dia tetap pakai rupiah. Jadi enggak akan ada yang banyak transaksi jual beli," jelasnya.
Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan mengungkapkan hal ini telah ditetapkan dan pada dasarnya pengusaha senang dengan keputusan soal wajib rupiah tersebut.
"Enggak boleh (dilanggar), berani coba awas kena. Sudah diputuskan dan semua senang menggunakan rupiah, jangan sampai dibalik kalau menggunakan dolar kita tergantung pada rupiah," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Senin (14/7/2014).
Menanggapi pernyataan yang menyatakan mata uang rupiah kurang efektif untuk digunakan, pria asal Manado ini membantah dan menganggap rupiah justru lebih efektif. "Ya bagi mereka itu (tidak efektif), lebih bagus rupiah menurut saya," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, untuk saat ini pihaknya akan kembali menggalakkan UU No 7/2011 yang mewajibkan kembali transaksi di Indonesia menggunakan rupiah, salah satunya dalam transaksi di lingkungan pelabuhan.
"Pelindo II kita minta agar segera bisa implememtasikan UU ini. Maksimal tiga bulan untuk sosialisasi agar masalah penggunaan nominasi rupiah bisa dilaksanakan di lingkungan pelabuhan. Agar tidak ada tekanan berlebihan terhadap rupiah," ujar dia.
CT mengatakan, transaksi di pelabuhan seperti pembayaran kapal dan handling charge, semua menggunakan dolar. "Kalau nanti pakai rupiah, kan dengan begitu tidak perlu pakai dolar lagi di eksportir yang ada di Jakarta. Dia tetap pakai rupiah. Jadi enggak akan ada yang banyak transaksi jual beli," jelasnya.
(izz)
Lihat Juga :