Peluang Kenaikan IHSG Diprediksi Minim
Selasa, 15 Juli 2014 - 08:38 WIB
Peluang Kenaikan IHSG Diprediksi Minim
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih melanjutkan pelemahan. Namun, positifnya bursa global membuka peluang bagi IHSG menguat, meski peluang yang terjadi minim.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, hammer di bawah upper bollinger band (UBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunannya.
Laju IHSG kemarin sempat naik hampir mendekati target resisten 5.048-5.082, namun tidak kuat dan kembali longsor dan dapat bertahan di atas kisaran target support 4.950-4.975. Belum tertutup sempurnanya utang gap 4.918-5.008, menurut dia, dapat memicu pelemahan lanjutan.
“Tetapi, setidaknya positifnya laju bursa saham global dapat menahan pelemahan yang akan terjadi meskipun peluang terjadinya kenaikan masih rendah,“ kata dia dalam risetnya, Selasa (15/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari kedua pekan ini akan berada pada rentang support 4.989-5.011 dan resisten pada rentang 5.035-5.050.
Sementara IHSG kemarin sempat di zona hijau, namun berakhir di zona merah. Masih maraknya aksi ambil untung (profit taking) dan kemungkinan sudah lewatnya imbas pemilihan presiden (pilpres) membuat pelaku pasar lebih memilih untuk menjauh sementara dari pasar.
Lagipula, dia menambahkan, dengan adanya klaim kemenangan dari keduanya memunculkan kondisi ketidakpastian baru hingga keputusan final Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan sepanjang waktu itulah pelaku pasar lebih memilih untuk menahan diri dan tidak banyak melakukan spekulasi maupun aktivitas trading.
Meski laju bursa saham Asia bereuforia di zona hijau menyambut beberapa berita positifnya dan asing yang tercatat nett buy, namun tidak menggoyahkan IHSG untuk pindah dari teritori negatif. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.047,76 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.999,85 di mid sesi 1 dan berakhir di level 5.021,06.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, hammer di bawah upper bollinger band (UBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunannya.
Laju IHSG kemarin sempat naik hampir mendekati target resisten 5.048-5.082, namun tidak kuat dan kembali longsor dan dapat bertahan di atas kisaran target support 4.950-4.975. Belum tertutup sempurnanya utang gap 4.918-5.008, menurut dia, dapat memicu pelemahan lanjutan.
“Tetapi, setidaknya positifnya laju bursa saham global dapat menahan pelemahan yang akan terjadi meskipun peluang terjadinya kenaikan masih rendah,“ kata dia dalam risetnya, Selasa (15/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari kedua pekan ini akan berada pada rentang support 4.989-5.011 dan resisten pada rentang 5.035-5.050.
Sementara IHSG kemarin sempat di zona hijau, namun berakhir di zona merah. Masih maraknya aksi ambil untung (profit taking) dan kemungkinan sudah lewatnya imbas pemilihan presiden (pilpres) membuat pelaku pasar lebih memilih untuk menjauh sementara dari pasar.
Lagipula, dia menambahkan, dengan adanya klaim kemenangan dari keduanya memunculkan kondisi ketidakpastian baru hingga keputusan final Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan sepanjang waktu itulah pelaku pasar lebih memilih untuk menahan diri dan tidak banyak melakukan spekulasi maupun aktivitas trading.
Meski laju bursa saham Asia bereuforia di zona hijau menyambut beberapa berita positifnya dan asing yang tercatat nett buy, namun tidak menggoyahkan IHSG untuk pindah dari teritori negatif. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.047,76 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.999,85 di mid sesi 1 dan berakhir di level 5.021,06.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :