Empat Koperasi di Jabar Didorong Masuk Kelas Dunia

Selasa, 15 Juli 2014 - 11:46 WIB
Empat Koperasi di Jabar...
Empat Koperasi di Jabar Didorong Masuk Kelas Dunia
A A A
BANDUNG - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Jawa Barat (Jabar) berupaya mendorong koperasi di wilayahnya menjadi koperasi kelas dunia.

Implementasinya, pada akhir tahun 2013 lalu, sekitar 260 koperasi besar di Jabar diseleksi hingga mengerucut menjadi 100 koperasi sebelum akhirnya terpilihlah empat koperasi.

Kepala Dinas KUMKM Jabar Anton Gustoni menyebutkan, Keempat koperasi tersebut, yakni Koperasi karyawan (Kopkar) Pindo Deli Karawang, Kopkar Indocement kabupaten Bogor, Kopkar Kahatex Sumedang, dan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang Bandung.

“Keempatnya akan kami dorong jadi koperasi kelas dunia,” ujarnya kepada wartawan di sela Seminar Internasional Perkoperasian di Bandung, Selasa (15/7/2014).

Untuk memberikan pencerahan terkait koperasi kelas dunia, Anton menjelaskan, pihaknya menghadirkan delegasi dari National Trades Union Congress (NTUC) Fair Price Co-operative Ltd., sebuah koperasi konsumen asal Singapura.

Hadir pula pakar perkoperasian dunia dari International Co-operative Alliance (ICA) dalam seminar yang berlangsung selama dua hari (14-15/7/2014) tersebut.

“Tujuannya jelas, agar para pelaku koperasi di Jabar mengetahui bagaimana standar perkoperasian kelas dunia. Seperti apa pengelolaannya, apa saja yang dibutuhkan agar menjadi koperasi kelas dunia,” sambungnya.

Menurut Anton, ada beberapa kriteria suatu koperasi bisa menjadi koperasi kelas dunia sesuai dengan standar ICA, yakni dari disi omzet, aset, segi usaha, dampak terhadap lingkungan dan sosial kemasyarakatan serta keberlanjutan usahanya (sustainable).

“Saya yakin, koperasi di Jabar punya potensi ke arah sana (koperasi kelas dunia),” tandasnya.

Apalagi, kata Anton, saat ini dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, sistem manajemen modern memasuki generasi kelima. Generasi yang mengedepankan management by knowledge and networking.

“Akses informasi yang semakin terbuka memungkinkan pengetahuan makin luas, begitu pula jaringan. Manajemen di koperasi bisa memanfaatkannya untuk menuju koperasi kelas dunia,” imbuh Anton.

Dia menyebutkan, para peserta seminar merupakan perwakilan 100 koperasi besar yang sebelumnya sudah melalui tahapan seleksi. Nantinya, profil masing-masing koperasi peserta seminar akan dibukukan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tranformasi Koperasi...
Tranformasi Koperasi untuk Generasi Muda
Anggota KSP Sejahtera...
Anggota KSP Sejahtera Bersama Minta Kemenkop Bantu Selesaikan Masalah
HUT ke-77 Harkopnas,...
HUT ke-77 Harkopnas, Momentum Persatuan Gerakan Koperasi
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
DDI Galbar Gagas Koperasi...
DDI Galbar Gagas Koperasi Berbasis Manajemen Madrasah
Transformasi Koperasi...
Transformasi Koperasi Digital 4.0 ala MMSI Fokus Sejahterakan Anggotanya
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
8 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
8 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
8 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
8 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
9 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
9 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved