IHSG Diprediksi Variatif Cenderung Menguat
Rabu, 16 Juli 2014 - 08:49 WIB
IHSG Diprediksi Variatif Cenderung Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ketiga pekan ini diprediksi akan bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan menguat.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat selama perdagangan hari kemarin. Indikator RSI di area jenuh beli (overbought) dan potensi pasar sudah jenuh beli.
“Hari ini indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (16/7/2014).
Dia memperkirakan IHSG akan bergerak pada level support 5.045 dan resistance pada level 5.083. Adapun sentimen dari bursa regional cenderung variatif.
Pasar saham Amerika Serikat bergerak mixed seiring pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen yang akan mempertahankan stimulus moneter. Penguatan diapresiasi indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,03%, sedangkan indeks S&P500 melemah 0,19%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data ekonomi di AS yang kurang menggembirakan. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar 0,05%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat 0,21%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI naik 0,19% ke level USD100,15 per barel. Di sisi lain, harga emas Comex terkoreksi 0,04% ke posisi USD1.296,60 per ons.
Dari dalam negeri, dana asing semakin deras masuk ke pasar modal Indonesia dan memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Juli 2014 akan berkisar antara 0,8% 1,2%. Hal ini terjadi seiring adanya kenaikan harga, menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat selama perdagangan hari kemarin. Indikator RSI di area jenuh beli (overbought) dan potensi pasar sudah jenuh beli.
“Hari ini indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (16/7/2014).
Dia memperkirakan IHSG akan bergerak pada level support 5.045 dan resistance pada level 5.083. Adapun sentimen dari bursa regional cenderung variatif.
Pasar saham Amerika Serikat bergerak mixed seiring pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen yang akan mempertahankan stimulus moneter. Penguatan diapresiasi indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,03%, sedangkan indeks S&P500 melemah 0,19%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh data ekonomi di AS yang kurang menggembirakan. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar 0,05%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat 0,21%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI naik 0,19% ke level USD100,15 per barel. Di sisi lain, harga emas Comex terkoreksi 0,04% ke posisi USD1.296,60 per ons.
Dari dalam negeri, dana asing semakin deras masuk ke pasar modal Indonesia dan memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Juli 2014 akan berkisar antara 0,8% 1,2%. Hal ini terjadi seiring adanya kenaikan harga, menjelang Hari Raya Idul Fitri.
(rna)
Lihat Juga :