Murdoch Imbau G20 Dukung Dunia Bisnis

Kamis, 17 Juli 2014 - 15:20 WIB
Murdoch Imbau G20 Dukung...
Murdoch Imbau G20 Dukung Dunia Bisnis
A A A
SYDNEY - Raja media Rupert Murdoch mengkritik regulasi keuangan yang berlebihan dan mendesak kelompok negara G20 memberikan dukungan terhadap perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Murdoch menyebutkan langkah Presiden AS Barack Obama yang menghukum bisnis terkait profit shifting (praktik penghindaran pajak lintas negara atau pelarian laba) oleh perusahaan besar ke negara-negara dengan rezim pajak lebih ringan, menjadi pandangan G20.

"Tekanan darah saya naik ketika memikirkan jumlah peraturan daerah, negara bagian dan federal yang kita miliki dalam hidup kita hari ini," kata Murdoch dalam pertemuan 20 pemimpin bisnis (B20) di Sydney, Australia, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (17/7/2014).

B20 didirikan pada 2010 untuk memberikan rekomendasi kebijakan atas nama komunitas bisnis internasional untuk G20. Para pemimpin bisnis bertemu untuk memberikan masukan kepada para Pemimpin G20 dalam KTT di Brisbane pada November mendatang.

"Saya percaya bisnis tidak memiliki peran dalam membentuk kebijakan publik, terutama dalam membantu membatasi ukuran dan ruang lingkup dari pemerintah. Untuk perusahaan besar dan kecil, ada terlalu banyak birokrasi, terlalu banyak politisi tunduk mencekik pertumbuhan ekonomi dan kewirausahaan," ujarnya.

Seiring dengan target pertumbuhan 2% di atas tren selama 5 tahun ke depan, G20 menangani profit shifting perusahaan, yang memungkinkan perusahaan multinasional, seperti Starbucks Corp, Google Inc, Apple Inc dan Amazon.com Inc menghindar membayar pajak.

Menteri keuangan G20 pada Februari mendukung serangkaian standar umum untuk berbagi informasi rekening bank lintas batas, dengan pertukaran informasi secara otomatis di antara anggota G20 untuk mengambil efek pada akhir 2015.

Sementara itu, Obama awal tahun ini mengusulkan pengetatan pajak perusahaan multinasional AS yang menggeser berdomisili pajak mereka di luar negeri dalam anggaran 2015. Obama ingin meningkatkan tingkat minimum kepemilikan asing di perusahaan induk baru terbalik 50 persen dari sekitar 20 persen.

"Apakah kita benar-benar mengharapkan perusahaan di luar negeri untuk secara sukarela membawa keuntungan kembali dikenakan pajak sebesar 35 sampai 40% di Amerika Serikat, ketika tingkat pajak perusahaan di Irlandia adalah 12,5%? Ini bukan cara untuk mencapai pertumbuhan ekonomi," tandas Murdoch.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved