Sepanjang Pekan Ini IHSG Naik 54,41 poin
Sabtu, 19 Juli 2014 - 15:16 WIB
Sepanjang Pekan Ini IHSG Naik 54,41 poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini mengalami penguatan sebanyak 54,41 poin, atau 1,08%. Kenaikan tersebut lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya, yang meningkat 126,77 poin atau 2,58%.
Analis MNC Sekuritas, Edwin Sembayang mengatakan, kenaikan ini lebih didorong adanya kesepakatan dan statement dari kedua pasang Calon Presiden (Capres) untuk tenang dan tidak akan mengerahkan masanya pasca pengumuman hasil pengutan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada 22 Juli 2014.
"Karena sebelumnya ada rumor kedua belah pihak akan mengarahkan masanya pada 22 Juli," ujar Edwin kepada Sindonews, Sabtu (19/7/2014).
Dia menegaskan, meskipun tensi geopolitik di luar negeri naik akibat insiden di Ukraina dan Rusia, IHSG tetap kokoh. (Baca: IHSG Berhasil Menguat Saat Bursa Global Guncang)
"Sehingga lebih men-drive market naik. Karena Bank Indonesia (BI) mengumumkan akan terjadi defisit di bulan Juli sebesar USD300 juta. Lalu, perkiran GDP melambat di semester I/2014. Current account deficit (CAD) naik di kuartal II/2014 di atas 4%. Jadi, lebih di-drive oleh statement tersebut," jelasnya.
Sementara untuk saham MNC Group, Edwin menjelaskan kondisi saham MNC Group memiliki variasi yang berbeda. "Kalau kita lihat untuk MNC Group agak sedikit berbeda, beberapa naik, beberapa flat dan beberapa mengalami penurunan," tandasnya.
Analis MNC Sekuritas, Edwin Sembayang mengatakan, kenaikan ini lebih didorong adanya kesepakatan dan statement dari kedua pasang Calon Presiden (Capres) untuk tenang dan tidak akan mengerahkan masanya pasca pengumuman hasil pengutan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada 22 Juli 2014.
"Karena sebelumnya ada rumor kedua belah pihak akan mengarahkan masanya pada 22 Juli," ujar Edwin kepada Sindonews, Sabtu (19/7/2014).
Dia menegaskan, meskipun tensi geopolitik di luar negeri naik akibat insiden di Ukraina dan Rusia, IHSG tetap kokoh. (Baca: IHSG Berhasil Menguat Saat Bursa Global Guncang)
"Sehingga lebih men-drive market naik. Karena Bank Indonesia (BI) mengumumkan akan terjadi defisit di bulan Juli sebesar USD300 juta. Lalu, perkiran GDP melambat di semester I/2014. Current account deficit (CAD) naik di kuartal II/2014 di atas 4%. Jadi, lebih di-drive oleh statement tersebut," jelasnya.
Sementara untuk saham MNC Group, Edwin menjelaskan kondisi saham MNC Group memiliki variasi yang berbeda. "Kalau kita lihat untuk MNC Group agak sedikit berbeda, beberapa naik, beberapa flat dan beberapa mengalami penurunan," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :