Bank BRICS Simbol Lawan Ketidakadilan Ekonomi Global

Sabtu, 02 Agustus 2014 - 12:14 WIB
Bank BRICS Simbol Lawan...
Bank BRICS Simbol Lawan Ketidakadilan Ekonomi Global
A A A
WASHINGTON - Langkah BRICS membangun lembaga keuangan multilateral sendiri, telah mengguncang tata kelola ekonomi global. Mereka bertekad melawan ketidakadilan lembaga keuangan internasional yang selama ini dikendalikan Barat.

Selama 70 tahun terakhir, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia telah menjadi pilar utama sistem ekonomi dunia. Kedua lembaga itu datang untuk menyelamatkan negara dalam kesulitan dan mendukung proyek-proyek pembangunan.

Namun, dominasi lembaga-lembaga Bretton Woods itu dikritik karena ketidakmampuan mereka mencerminkan pertumbuhan kontribusi dari negara berkembang utama bagi perekonomian global. (Baca: BRICS Resmi Dirikan Bank Bermarkas di Shanghai)

China, ekonomi terbesar kedua di dunia, hanya memiliki hak suara lebih sedikit daripada anggota IMF Italia, yang ekonominya lima kali lebih kecil. Sejak penciptaan mereka pada 1944, IMF dan Bank Dunia hanya dipimpin oleh Amerika dan Eropa.

"Reformasi pemerintahan global yang lebih luas menjadi terhenti, meskipun banyak komitmen yang dibuat oleh negara maju ke negara berkembang untuk memberikan peran yang lebih menonjol dalam lembaga keuangan internasional dan forum internasional lainnya," kata Eswar Prasad, profesor kebijakan perdagangan di Cornell University, yang juga mantan ahli IMF, seperti dilansir dari AFP.

Dalam konteks ini, peluncuran bank pembangunan dan dana cadangan darurat oleh BRICS (Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan), tampaknya menjadi simbol dan upaya konkret untuk mengatasi ketidakadilan tersebut.

"Jika institusi yang ada melakukan pekerjaan mereka dengan sempurna, tidak akan perlu pergi ke kesulitan menciptakan sebuah bank baru dan dana baru," ujar Paulo Nogueira Batista, yang mewakili Brazil dan 10 negara lainnya di IMF.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan 3 Negara Ini...
Alasan 3 Negara Ini Tolak Gabung dengan BRICS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Presiden China Tidak Hadiri KTT BRICS, Ada Apa Gerangan?
4 Cara Terbaik Melawan...
4 Cara Terbaik Melawan Dominasi Barat Versi Rusia, Bukan Perang dan Senjata Nuklir
4 Alasan Rusia Ajak...
4 Alasan Rusia Ajak Indonesia Gabung BRICS, Salah Satunya Mendukung Perjuangan Palestina
5 Negara BRICS Terkuat...
5 Negara BRICS Terkuat di Tahun 2025, Indonesia Masuk Daftar
Rusia Sukses Tebar Pengaruh...
Rusia Sukses Tebar Pengaruh di Asia, Berikut 7 Faktanya
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
3 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
3 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
3 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
3 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved