Pembatasan BBM Bersubsidi Timbulkan Kerawanan Baru

Sabtu, 02 Agustus 2014 - 11:26 WIB
Pembatasan BBM Bersubsidi...
Pembatasan BBM Bersubsidi Timbulkan Kerawanan Baru
A A A
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) telah mengeluarkan surat edaran mengenai pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini agar kuota BBM bersubsidi sebesar 46 juta kiloliter (kl) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 tidak jebol.

Dalam surat edarannya, BPH Migas mengatakan, bahwa bahan bakar solar bersubisidi mulai 1 Agustus 2014, dilarang diperjualbelikan di daerah Jakarta Pusat. Selain itu, mulai 6 Agustus 2014 mendatang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di rest area jalur tol dilarang menjual BBM jenis premium.

Menanggapi hal itu, pengamat migas dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES), Kurtubi berpendapat kebijakan pembatasan penjualan BBM bersubsidi justru akan menimbulkan kerawanan baru di tengah masyarakat. Sebab, dengan adanya larangan tersebut konsumen akan membelinya di SPBU di daerah lain dan hal ini akan menyebabkan antrean panjang di wilayah tersebut.

"Kalau pembatasan itu nanti bisa berdampak rakyat ngantre di pom bensin tertentu, jam tertentu bisa ngantre panjang. Itu bisa mengundang kerawanan baru," ujarnya kepada Sindonews.

Dia menilai, kebijakan pembatasan tersebut tidak efektif dan justru akan mengurangi gerak ekonomi rakyat. Apalagi sebelumnya pemerintah pernah gagal dengan kebijakan pembatasan melalui Radio Frequency Identification (RFID).

"Sekarang hari ini solar enggak boleh dijual di pombensin Jakarta Pusat. Pemilik kendaraan dengan gampang isi di Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Demikian juga pelarangan premium di jalan tol, orang sebelum ke tol penuhin dulu. Saya enggak pernah setuju dengan kebijakan pembatasan, pengaturan. Sebab, itu bukan solusi," tegasnya.

(Baca juga: Pemerintah Wariskan Kondisi Buruk di Sektor Migas)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kenaikan Harga BBM Boleh...
Kenaikan Harga BBM Boleh Saja, Pengamat: Jangan Sekaligus, Biar Enggak Panik
Awas Efek Kenaikan BBM...
Awas Efek Kenaikan BBM Pertalite, Pengamat: Target Pemulihan Ekonomi Bisa Buyar
Ombudsman Sarankan Pembatasan...
Ombudsman Sarankan Pembatasan BBM Subsidi Dibanding Menaikkan Harga
Wajarkah Harga BBM Subsidi...
Wajarkah Harga BBM Subsidi Harus Naik di Tengah Lonjakan Minyak Dunia?
Aturan Pembatasan Pembelian...
Aturan Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi Sudah di Tangan Jokowi
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi Dimulai 1 Oktober 2024
Berita Terkini
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
38 menit yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
2 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
6 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
14 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
14 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
15 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved