Inflasi Juli di Jabar Lebih Tinggi dari Nasional

Senin, 04 Agustus 2014 - 13:37 WIB
Inflasi Juli di Jabar...
Inflasi Juli di Jabar Lebih Tinggi dari Nasional
A A A
BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat laju inflasi di wilayahnya pada Juli 2014 mencapai 0,86%. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka inflasi secara nasional yakni 0,93%.

"Hal ini dipicu oleh naiknya harga barang atau jasa dan bahan makanan. Pemberi andil inflasi terbesar ada pada komoditas bahan makanan sebesar 1,96%. Apalagi pada bulan Juli kemarin bertepatan dengan bulan Ramadhan," ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dody Gunawan Yusuf dalam konferensi pers di Gedung BPS Jabar Jalan PHH Mustofa, Bandung, Senin (4/8/2014).

Dijelaskan Dody, sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi pada kelompok ini adalah sub kelompok sayur-sayuran, sub kelompok bumbu-bumbuan dan sub kelompok daging dan hasil-hasilnya.

"Komoditi yang menyumbang inflasi tertinggi dari kelompok pengeluaran ini adalah bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, tomat sayur, bayam, dan telur ayam ras," sebutnya.

Lebih lanjut Dody mengatakan, setelah bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,28%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,48%, kelompok sandang sebesar 0,73%, kelompok kesehatan sebesar 0,23%, kelompok pendidikan sebesar 0,23%, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,31%.

Dody mengatakan, ada tujuh kota pantauan indeks harga konsumen (IHK) di Jabar, yakni Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota Depok.

"Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi sebesar 1,05%, dan yang terendah Kota Sukabumi sebesar 0,48%. Sementara Kota Depok sebesar 0,99%, Kota Tasikmalaya 0,86%, Kota Bandung 0,74%, Kota Bogor 0,69%, dan Kota Depok 0,53%," katanya.

Dody menyebutkan, angka inflasi selama Ramadhan kemarin cukup terkendali. Biasanya, lanjut dia, pasca Lebaran inflasi akan mengalami penurunan dan kembali akan meningkat pada akhir tahun karena ada momen perayaan natal.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
5 menit yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
49 menit yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
57 menit yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
3 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved