Jero Akui Pembatasan BBM Minim Sosialisasi

Selasa, 05 Agustus 2014 - 17:37 WIB
Jero Akui Pembatasan...
Jero Akui Pembatasan BBM Minim Sosialisasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengaku pembatasan bahan bakar minyak (BBM) masih minim sosialisasi sehingga masyarakat menjadi kebingungan.

"Di tataran publik terjadi diskursus penjelasan yang bisa salah tangkap. Dan kami akui sosialisasi ini memang belum sukses, tidak rapih," tutur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, di Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Menurut dia, minimnya sosialisasi membuat masyarakat menjadi terkejut. Apalagi hal tersebut disangkutpautkan dengan sejumlah dampak atas kebijakan tersebut.

Kebijakan yang tetapkan BPH Migas sesuai surat edaran No. 937/2014 antara lain pembatasan waktu operasional penjualan BBM subsidi di SPBU dari pukul 08.00-18.00 khusus untuk penjualan solar terutama daerah rawan penyalahgunaan solar subsidi, peniadaan penjualan premium di jalan tol, dan peniadaan solar subsidi di SPBU di Jakarta Pusat.

Dia menjelaskan sesuai konteks dalam kerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) beban subsidi energi sudah terlampau besar. Menurut dia, subsidi energi sudah mencapai Rp350 triliun.

"Dari hasil ini semua sepakat subsidi itu sudah terlampau besar. Kalau dibiarkan maka pembangunan negara yang dapat dikatakan untuk pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan pun kian berkurang," ucap dia.

Dari hasil, itu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mendorong pemerintah agar mampu menekan konsumsi BBM bersubsidi. Sesuai ketetapan awal kuota BBM bersubsidi dipatok sebesar 48 juta kilo liter. Namun, lantaran beban subsidi makin besar, upaya memangkas kuota.

"Nah kami disuruh jaga agar sesuai 46 juta kl. Makanya ini kami terapkan hal ini di mana membatasi penjualan BBM bersubsidi," tutur dia.

Sementara, Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro meminta masyarakat melakukan sosialisasi yang efektif untuk melakukan pembatasan BBM bersubsidi jenis solar dan premium. "Sosialisasi harus lebih meluas lagi agar publik tidak bingung," katanya.

Komaidi mengatakan, masyarakat harus diberikan informasi pembatasan BBM bersubsidi secara jelas dan tepat. Sehingga dengan sosialiasi maka diharapkan masyarakat bisa mengatur waktu membeli BBM bersubsidi.

"Jangan sampai, konsumen ternyata kehabisan BBM saat jadwal boleh mengisinya. Bisa terjadi kesalahpahaman dengan petugas SPBU jika informasi ini tidak segera sampai ke publik," ujarnya.

Lebih lanjut Komaidi menuturkan, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah melalui BPH Migas tersebut sudah cukup logis. Hanya saja yang menjadi masalah adalah implementasi.

"Meski konsumsi bisa ditekan, namun tetap bakal melebihi kuota BBM sebesar 46 juta kl. Prediksi saya masih akan di atas 46 juta kl," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Berita Terkini
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
21 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Lanjutkan...
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175
30 menit yang lalu
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
1 jam yang lalu
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
2 jam yang lalu
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved