Laba Bersih PLN Semester I Tembus Rp12,34 T
Selasa, 05 Agustus 2014 - 18:08 WIB
Laba Bersih PLN Semester I Tembus Rp12,34 T
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) merilis laba bersih semester I/2014 mencapai Rp12,34 triliun atau naik 158,7% dibanding periode yang sama 2013 sebesar Rp4,77 triliun.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, salah satu pedongkrak kenaikan laba bersih PLN adalah keuntungan kurs sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Hal itu diraih perseroan akibat membaiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, sehingga laba bersih hanya merupakan keuntungan non-cash.
"Kalau naiknya karena kurs itu berati keuntungan non-cash. Sehingga pengaruhnya nanti lebih ke utang perseroan di neraca naik atau turun pada awal dan akhir periose laporan," tutur dia di Jakarta, Selasa (5/7/2014).
Berdasarkan data laporan keuangan PLN, kinerja positif perseroan juga didorong pertumbuhan profitabilitas. Pertumbuhan profitabilitas tercermin dalam kenaikan margin usaha perseroan di periode tersebut.
Margin usaha PLN naik menjadi 31,06% di semester I/2014 dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 25,68%. Kenaikan margin usaha terutama didorong oleh kenaikan pendapatan yang tercatat naik 19,75% menjadi Rp145,12 triliun dibanding semester I 2013 sebesar Rp116,73 triliun.
Pendapatan dari penjualan tenaga listrik meningkat 19,8% menjadi Rp85,74 triliun di semester I/2014 dibanding semester I/2013 sebesar Rp71,60 triliun. Sementara pendapatan dari subsidi listrik pemerintah naik 44,8% menjadi Rp 57,73 triliun dibanding semester I 2013 sebesar Rp43,81 triliun.
Di sisi lain, pendapatan dari penyambungan pelanggan naik 13,7% menjadi Rp889,66 miliar dibanding semester I/2013 sebesar Rp782,78 miliar. Pendapatan lain-lain tercatat naik 40,32% menjadi Rp764,29 miliar dibanding semester I 2013 sebesar Rp544,69 miliar.
Di luar operasional inti perusahaan, PLN mencatat keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp 4,44 triliun atau naik signifikan 99% dibanding semester I tahun lalu hanya sebesar Rp 909,45 miliar.
Disamping itu, Nur mengatakan, pada semester II/2014 perseroan menargetkan penjualan listrik meningkat. Hal itu karena peningkatan konsumsi listrik diikuti dengan kenaikan tarif tenaga listrik. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga terus membaik sehingga kondisi keuangan PLN makin sehat dan kemampuan investasi juga meningkat.
Setiap tahun PLN harus menambah kapasitas 300 megawatt (mw) untuk Jawa-Bali, belum lagi Kalimantan, Sumatera dan Indonesia Tim
"Kami masih banyak investasi yang harus terus dilakukan terutama di Jawa dan pulau-pulau yang kegiatan komersial-nya mulai berkembang yang butuh listrik," tuturnya.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, salah satu pedongkrak kenaikan laba bersih PLN adalah keuntungan kurs sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Hal itu diraih perseroan akibat membaiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, sehingga laba bersih hanya merupakan keuntungan non-cash.
"Kalau naiknya karena kurs itu berati keuntungan non-cash. Sehingga pengaruhnya nanti lebih ke utang perseroan di neraca naik atau turun pada awal dan akhir periose laporan," tutur dia di Jakarta, Selasa (5/7/2014).
Berdasarkan data laporan keuangan PLN, kinerja positif perseroan juga didorong pertumbuhan profitabilitas. Pertumbuhan profitabilitas tercermin dalam kenaikan margin usaha perseroan di periode tersebut.
Margin usaha PLN naik menjadi 31,06% di semester I/2014 dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 25,68%. Kenaikan margin usaha terutama didorong oleh kenaikan pendapatan yang tercatat naik 19,75% menjadi Rp145,12 triliun dibanding semester I 2013 sebesar Rp116,73 triliun.
Pendapatan dari penjualan tenaga listrik meningkat 19,8% menjadi Rp85,74 triliun di semester I/2014 dibanding semester I/2013 sebesar Rp71,60 triliun. Sementara pendapatan dari subsidi listrik pemerintah naik 44,8% menjadi Rp 57,73 triliun dibanding semester I 2013 sebesar Rp43,81 triliun.
Di sisi lain, pendapatan dari penyambungan pelanggan naik 13,7% menjadi Rp889,66 miliar dibanding semester I/2013 sebesar Rp782,78 miliar. Pendapatan lain-lain tercatat naik 40,32% menjadi Rp764,29 miliar dibanding semester I 2013 sebesar Rp544,69 miliar.
Di luar operasional inti perusahaan, PLN mencatat keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp 4,44 triliun atau naik signifikan 99% dibanding semester I tahun lalu hanya sebesar Rp 909,45 miliar.
Disamping itu, Nur mengatakan, pada semester II/2014 perseroan menargetkan penjualan listrik meningkat. Hal itu karena peningkatan konsumsi listrik diikuti dengan kenaikan tarif tenaga listrik. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga terus membaik sehingga kondisi keuangan PLN makin sehat dan kemampuan investasi juga meningkat.
Setiap tahun PLN harus menambah kapasitas 300 megawatt (mw) untuk Jawa-Bali, belum lagi Kalimantan, Sumatera dan Indonesia Tim
"Kami masih banyak investasi yang harus terus dilakukan terutama di Jawa dan pulau-pulau yang kegiatan komersial-nya mulai berkembang yang butuh listrik," tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :