Pembebasan Lahan PLTU Batang Masih Alot

Kamis, 07 Agustus 2014 - 19:27 WIB
Pembebasan Lahan PLTU...
Pembebasan Lahan PLTU Batang Masih Alot
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) mengatakan, hingga saat ini pembebasan lahan untuk proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah (Jateng) masih alot, bahkan tidak memungkinkan.

"Jadi kita melihat pembebasan tanah secara normal sudah tidak memungkinkan. Karenanya kita menggunakan UU Nomor 2 di dalam pembebasan tanah Batang, namun ini masih lama waktunya butuh satu tahun melakukan proses itu," terangnya di Kantor Kemenko Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Sebab itu, pihaknya memutuskan supaya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero untuk membangun PLTU berkapasitas 2X1.000 megawatt (MW), yang lokasinya tetap berada di Jawa Tengah.

"Kita memutuskan PLN membangun PLTU 2x1.000 MW di Jawa Tengah juga, lokasinya sudah dimiliki PLN dan segera dibangun pada tahun ini juga," jelasnya.

Mengenai kelanjutan PLTU Batang, Mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini melempar kembali kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat setempat.

"Kalau mereka mau ada investasi Rp40 triliun masuk yang bisa membangkitkan ekonomi di Batang, segera beresin. Cuma tinggal sisa 32 orang, masa 32 orang itu mengganggu pembangunan proyek Rp40 triliun," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTU Barru OMU Berkomitmen...
PLTU Barru OMU Berkomitmen Catatkan Performa Optimal
Kantongi SLO, PLTA Poso...
Kantongi SLO, PLTA Poso Dukung Transisi ke Energi Terbarukan
PLN Bakal Lakukan Steam...
PLN Bakal Lakukan Steam Blow Proyek PLTU Sulsel Barru-2
PLTU Barru 2 Sukses...
PLTU Barru 2 Sukses Laksanakan Tahapan Backfeeding
Banjir Terjang Lokasi...
Banjir Terjang Lokasi Proyek PLTU Suralaya Akibat Curah Hujan Tinggi
Pakai Teknologi Ramah...
Pakai Teknologi Ramah Lingkungan, 3 PLTU PLN Grup Raih Penghargaan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Fenomena Kasus No Viral...
Fenomena Kasus No Viral No Justice Masih Sangat Dominan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved