Resmikan Kantor, SMGR Yakin Tingkatkan Produksi
Jum'at, 08 Agustus 2014 - 13:21 WIB
Resmikan Kantor, SMGR Yakin Tingkatkan Produksi
A
A
A
TUBAN - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) meresmikan kantor pusat PT Semen Gresik di Tuban, Jawa Timur. Gedung dengan investasi Rp90 miliar diprediksi bisa meningkatkan kinerja dalam produksi.
Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, gedung baru ini akan di tempati 500 orang pegawai untuk menunjang produksi. Sebagai tahap awal, ada 100 orang yang menempatinya, tetapi penambahan tenaga akan terus dilakukan.
"Proses pindah akan dilakukan secara perlahan, pemindahan ini bisa mendukung proses produksi," katanya setelah peresmian Kantor Pusat Semen Gresik di Tuban, Jumat (8/8/2014).
Dwi menuturkan, unit-unit yang dipindahkan diantaranya bagian produksi, maintance, litbang, pengembangan aplikasi semen, distribusi, penjualan, dan CSR Semen Gresik.
Sementara, bekas lokasi kerja di Semen Gresik akan dipergunakan untuk meningkatkan pendidikan, seperti mendirikan Politeknik yang sudah ada dengan 10 prodi dan pengembangan teknologi.
Semen Indonesia, ujar dia sudah memiliki konsep terhadap bekas-bekas gedung perkantoran, selain untuk pendidikan juga dipergunakan untuk penghijauan. "Ini bukti kami memperhatikan masyarakat," paparnya.
Untuk membuat gedung menarik, desain yang ditunjukan berkonsep modern dengan bentuk bulat. Gedung ini menjadi yang termegah di Tuban dan di resmikan Bupati Tuban Fathul Huda.
Proses pembangunan fisik gedung dimulai Juli 2012 dan memiliki luas bangunan 6.276 m2 terdiri tujuh lantai. Selain gedung utama juga dibangun dua unit gedung penunjang yakni gedung Auditorium dengan luas bangunan 2.985 m2 yang bisa menampung 560 orang, dan gedung Diklat dengan kapasitas 120 orang dengan luas bangunan 1.369 m2.
"Investasi bangunan ini sebesar Rp90 miliar. Ini masih kurang, saya minta ditambah sebesar Rp20 miliar lagi," ujarnya.
Dalam pembangunan ini, Semen Indonesia melibatkan 13 kontraktor, delapan diantarnya adalah kontraktor lokal serta tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar perusahaan.
"Saya yakin gedung ini akan semakin memperlancar jalur komunikasi, administrasi, korespondensi, dengan seluruh stakeholders," terang Dwi.
Gedung ini bakal ditempati bagian managerial, public relation, sales dan marketing, distributor, IT, procurement, finance, auditorium, legal, dan human capital. "Kami juga menjaga keamanan secara baik," ucap dia.
Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, gedung baru ini akan di tempati 500 orang pegawai untuk menunjang produksi. Sebagai tahap awal, ada 100 orang yang menempatinya, tetapi penambahan tenaga akan terus dilakukan.
"Proses pindah akan dilakukan secara perlahan, pemindahan ini bisa mendukung proses produksi," katanya setelah peresmian Kantor Pusat Semen Gresik di Tuban, Jumat (8/8/2014).
Dwi menuturkan, unit-unit yang dipindahkan diantaranya bagian produksi, maintance, litbang, pengembangan aplikasi semen, distribusi, penjualan, dan CSR Semen Gresik.
Sementara, bekas lokasi kerja di Semen Gresik akan dipergunakan untuk meningkatkan pendidikan, seperti mendirikan Politeknik yang sudah ada dengan 10 prodi dan pengembangan teknologi.
Semen Indonesia, ujar dia sudah memiliki konsep terhadap bekas-bekas gedung perkantoran, selain untuk pendidikan juga dipergunakan untuk penghijauan. "Ini bukti kami memperhatikan masyarakat," paparnya.
Untuk membuat gedung menarik, desain yang ditunjukan berkonsep modern dengan bentuk bulat. Gedung ini menjadi yang termegah di Tuban dan di resmikan Bupati Tuban Fathul Huda.
Proses pembangunan fisik gedung dimulai Juli 2012 dan memiliki luas bangunan 6.276 m2 terdiri tujuh lantai. Selain gedung utama juga dibangun dua unit gedung penunjang yakni gedung Auditorium dengan luas bangunan 2.985 m2 yang bisa menampung 560 orang, dan gedung Diklat dengan kapasitas 120 orang dengan luas bangunan 1.369 m2.
"Investasi bangunan ini sebesar Rp90 miliar. Ini masih kurang, saya minta ditambah sebesar Rp20 miliar lagi," ujarnya.
Dalam pembangunan ini, Semen Indonesia melibatkan 13 kontraktor, delapan diantarnya adalah kontraktor lokal serta tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar perusahaan.
"Saya yakin gedung ini akan semakin memperlancar jalur komunikasi, administrasi, korespondensi, dengan seluruh stakeholders," terang Dwi.
Gedung ini bakal ditempati bagian managerial, public relation, sales dan marketing, distributor, IT, procurement, finance, auditorium, legal, dan human capital. "Kami juga menjaga keamanan secara baik," ucap dia.
(izz)
Lihat Juga :