Daya Tawar Pemerintah terhadap Asing Lemah

Sabtu, 09 Agustus 2014 - 14:34 WIB
Daya Tawar Pemerintah...
Daya Tawar Pemerintah terhadap Asing Lemah
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menilai, sejak awal proses renegosiasi dengan dua perusahaan tambang kelas kakap, yaitu PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), posisi tawar (bargaining position) pemerintah Indonesia lemah.

"Renegosiasi Freeport dan Newmont itu sesungguhnya pemerintah tidak punya daya tawar atas kebijakan yang dibangun," ujarnya kepada Sindonews, Sabtu (9/8/2014).

Ichsanuddin mengatakan, potensi peningkatan ekspor yang dipicu oleh tuntasnya renegosiasi kontrak karya (KK) dengan Freeport, tak lantas memperbaiki posisi defisit transaksi berjalan Indonesia.

"Di tengah impor kuat, ekspor kita secara makro melambat. Namun, di saat yang sama pertumbuhan impor tinggi. Akhirnya defisit neraca berjalan, defisit anggaran juga," jelasnya

Sebab itu, peningkatan ekspor setelah selesainya proses renegosiasi tersebut tidak lantas meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada kuartal II/2014 ini hanya tumbuh 5,12%.

"Daya tawarnya lemah (pemerintah). Dari mulai renegosiasi saja pemerintah lemah. Apalagi dalam persoalan smelting programme. Indonesia tetap didikte untuk mengekspor barang mentah. Daya tawar pemerintah lemah," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Disebut Terbesar di...
Disebut Terbesar di Dunia, Wapres Ma'ruf Amin Tinjau Smelter Freeport Gresik
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved